Makro 24 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Rupiah Naik 57 Poin ke Rp17.229, Sentimen AS–Iran Masih Bayangi Pasar

Pengamat mata uang, Ibrahim Assu’aibi mengatakan penguatan rupiah hari ini terjadi di tengah konflik antara AS dan Iran yang belum menemui titik terang.

Rupiah menguat 57 poin ke Rp17.229 di tengah konflik AS–Iran. Sentimen global dan harga minyak masih bayangi pergerakan pasar.

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 57  poin ke level Rp17.229 pada perdagangan Jumat, 24 April 2026.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assu’aibi mengatakan penguatan rupiah hari ini terjadi di tengah konflik antara AS dan Iran yang belum menemui titik terang. Ia mengatakan ketegangan kedua negara masih tinggi.

"Menyusul laporan menunjukkan bahwa negosiator utama Teheran untuk pembicaraan yang dimediasi Pakistan dengan Washington telah mengundurkan diri," ujar dia dalam keterangannya.

Ibrahim menyampaikan jika Presiden AS, Donald Trumnp tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. Trump juga mengulangi klaimnya bahwa AS telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, dan bahwa negara itu dalam keadaan kacau.

"Komentarnya meningkatkan kekhawatiran atas konflik AS-Iran yang berkepanjangan, yang dapat menyebabkan pasokan minyak melalui Timur Tengah terhenti," jelasnya.

Sentimen juga datang daru dalam negeri. Ibrahim menyebut perang yang berkecamuk di kawasan Asia Barat Daya menghadapkan banyak negara di dunia dalam situasi krisis energi juga ancaman inflasi yang tak bisa diremehkan.

Bagi Indonesia, kata dia, kendati memilih menahan tak mengerek harga bahan bakar minyak (BBM), tak berarti tidak ada efek sama sekali. Kondisi fiskal yang sudah rentan bahkan sebelum pecah perang, sekali lagi menghadapi tantangan besar.

"Namun, Pemerintah mengatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) saat ini dalam posisi yang kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat perang di Timur Tengah yang membuat harga komoditas energi melonjak," kata Ibrahim.

"Saat harga minyak mentah bergejolak tinggi, dan nilainya di atas asumsi makro APBN 2026, yakni di atas USD100 per barel, pemerintah masih bisa menahan kenaikan harga, khususnya BBM bersubsidi dalam negeri tanpa harus menguras cadangan APBN dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL)," lanjut dia.


Adapun untuk perdagangan Senin pekan depan, 27 April 2026. Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.220- Rp17.260.

"Rupiah untuk sepekan di range Rp17.180-Rp17.400," pungkasnya. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait