Makro 20 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Rupiah Perkasa, Dolar AS Ditekan ke Level Rp17.168

Mata uang rupiah ditutup menguat sebesar 21 poin ke level Rp17.168 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 20 April 2026

Mata uang rupiah ditutup menguat sebesar 21 poin ke level Rp17.168 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 20 April 2026

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup menguat sebesar 21 poin ke level Rp17.168 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 20 April 2026. Penguatan ini terjadi di tengah penutupan kembali Selat Hormuz.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assu’aibi mengatakan Selat Hormuz kembali ditutup setelah AS dan Iran sama-sama mengklaim ada pihak lain yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.

"AS telah mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran telah mencabut dan kemudian memberlakukan kembali blokade terhadap Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai hampir dua bulan lalu," kata dia dalam keterangannya.

Ibrahim menyebut sebagian pasar kini diselimuti kekhawatiran setelah harga minyak melonjak hingga 7 persen. Selain itu, lanjut dia, ketegangan baru ini juga membuat ekspektasi penurunan suku bunga AS tahun ini telah bergeser secara signifikan ke arah sikap lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

"Sebagai akibat dari inflasi yang masih tinggi akibat tingginya harga energi dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah," ungkapnya.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah berbarengan dengan peringatan dari International Monetary Fund (IMF) agar pemerintah tidak belanja berlebihan di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Ibrahim menyebut, peringatan itu muncul sejalan dengan adanya risiko resesi jika perang terus berkecamuk di Iran dan menekan harga bahan bakar minyak.

"IMF pun melihat tidak adanya solusi yang jelas untuk mengatasi permasalahan ini. Penutupan Selat Hormuz dan kerusakan serius pada fasilitas energi penting di Timur Tengah meningkatkan prospek krisis energi besar, jika solusi jangka panjang tidak segera ditemukan," jelasnya.

Adapun untuk perdagangan besok, Selasa, 21 April 2026, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.160- Rp17.200. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait