Makro 11 Jun 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Saat Sertifikasi Halal Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis PT Ethos Kreatif

Director of Commerce, Corp Strategy, IT & Ops Support PT Ethos Kreatif Indonesia, Andik Duana Putra mengatakan kunci sukses perusahaan terletak pada keberanian mengubah sudut pandang terhadap sertifikasi halal

Ekonom soroti krisis daya beli kelas menengah akibat inflasi, suku bunga tinggi, pelemahan rupiah, dan kenaikan biaya hidup.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi booth Ethos di Forum Ekonomi Regional Jawa 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi booth Ethos di Forum Ekonomi Regional Jawa 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM - PT Ethos Kreatif Indonesia sukses mencatatkan pertumbuhan signifikan berkat pemanfaatan teknologi digital serta sudut pandang terhadap sertifikasi halal. Perusahaan Jawa Tengah ini kini berhasil menyejajarkan diri dengan berbagai merek internasional dalam waktu yang relatif singkat.

Director of Commerce, Corp Strategy, IT & Ops Support PT Ethos Kreatif Indonesia, Andik Duana Putra mengatakan kunci sukses perusahaan terletak pada keberanian mengubah sudut pandang terhadap sertifikasi halal.

Jika sebagian besar pelaku usaha, khususnya segmen UKM masih melihat sertifikasi halal sebagai beban biaya, PT Ethos justru menjadikannya sebagai instrumen investasi kepercayaan.

​"Bagi kami, sertifikasi halal adalah investasi kepercayaan. Ini adalah bentuk transparansi terhadap bahan baku yang kita provide untuk konsumen," ujar dia dalam acara Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

​Langkah digitalisasi agresif serta dukungan dari berbagai pihak ini terbukti sangat efektif melalui produk susu andalan mereka, Etawalin. Produk susu kambing herbal murni ini mendapat sambutan yang luar biasa di pasar nasional.

Andik mengatakan dengan strategi pemasaran digital yang tepat, iklan produk Etawalin berhasil mencatatkan hingga 1,3 milar impresi secara nasional.

"Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata satu warga Indonesia dapat terpapar edukasi produk tersebut sebanyak lima hingga tujuh kali," katanya.

​Salah satu keunikan PT Ethos Kreatif Indonesia adalah komitmennya dalam membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Hingga saat ini, kata Andik, perusahaan telah merangkul dan menghubungkan ribuan peternak susu kambing serta petani lokal di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

​Selain pemberdayaan di sektor hulu, PT Ethos juga diperkuat oleh lebih dari 1.500 karyawan yang mayoritas merupakan generasi muda kreatif.

"Setiap harinya, tim ini bergerak aktif memanfaatkan berbagai platform digital seperti TikTok, Facebook, Instagram, hingga optimasi AI untuk mengedukasi pasar secara masif dan cepat," ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar-stakeholder, PT Ethos Kreatif Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam ajang Forum Ekonomi Regional Jawa 2026.

Di acara tersebut, PT Ethos membuka booth khusus untuk mengenalkan salah satu produk unggulan mereka yakni Etawalin yang merupakan  perpaduan susu kambing etawa murni dan racikan herbal khusus seperti jahe, temulawak, kayu manis, sereh & daun salam.

​Kehadiran booth Ethos ini sukses menarik perhatian para tokoh nasional yang hadir. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyempatkan diri untuk menyambangi langsung booth Ethos. Ia memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap komitmen PT Ethos dalam mengembangkan industri produk halal lokal di Indonesia. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait