Makro 27 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Saham Eropa Bangkit, Didorong Sektor Keuangan dan Industri Baja

Penguatan di sektor keuangan dan industri menjadi katalis utama, meski secara keseluruhan pergerakan selama sepekan tetap terbatas

Pasar saham Eropa menutup pekan dengan nada optimistis. Setelah tiga hari melemah, indeks-indeks utama

Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Pasar saham Eropa menutup pekan dengan nada optimistis. Setelah tiga hari melemah, indeks-indeks utama akhirnya memantul dari posisi terendah tiga pekan pada Jumat, 26 September 2025. Penguatan di sektor keuangan dan industri menjadi katalis utama, meski secara keseluruhan pergerakan selama sepekan tetap terbatas.

Indeks acuan Stoxx 600 naik 0,8 persen, mencatatkan kenaikan mingguan yang nyaris datar: hanya 0,07 pers. Bursa saham Spanyol mencuri perhatian. Indeks IBEX melonjak 1,3 persen—menjadi yang terbaik di kawasan—dan ditutup pada level tertingginya dalam lebih dari tujuh hari. Mayoritas indeks regional lainnya turut menghijau.

Sektor asuransi Eropa memimpin reli. Setelah tiga hari tertekan, sektor ini menguat 2,1 persen, digerakkan oleh performa apik Munich Re (Jerman) dan SCOR (Prancis). Di sisi lain, sektor konstruksi dan material menambahkan 1,1 persen, dengan saham Kingspan dari Irlandia naik 1,2 persen usai Citigroup merevisi naik target harganya.

Sinyal proteksionisme dari Brussels juga mengguncang pasar. Harian bisnis Handelsblatt melaporkan bahwa Komisi Eropa tengah menyiapkan tarif antara 25 persen hingga 50 persen untuk produk baja dan turunannya dari Tiongkok. Reaksi pasar cepat: ArcelorMittal melesat 2,6 persen, Aperam naik 2,2 persen, Thyssenkrupp terangkat 3,5 persen, dan Salzgitter melonjak tajam hingga 5,2 persen.

Sektor kesehatan sempat tergelincir namun akhirnya ditutup datar. Ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bea impor 100 persen untuk obat bermerek. Menurut Nabil Milali, manajer portofolio di Edmond de Rothschild Asset Management Paris, pelaku pasar sudah mengantisipasi kebijakan tersebut. Maka tak banyak kejutan tersisa.

Namun tetap saja, sektor ini menjadi salah satu yang tertinggal sepanjang tahun. Novo Nordisk, produsen obat penurun berat badan, menjadi penyumbang tekanan terbesar.

Di sisi lain, Trump juga menargetkan industri otomotif. Ia menetapkan tarif 25 persen untuk truk berat. Dampaknya langsung terasa: Daimler Truck dan Traton kompak turun lebih dari 2 persen.

Dari ranah makroekonomi, data inflasi AS yang dirilis sesuai ekspektasi memberi sedikit ketenangan. Kekhawatiran bahwa tekanan harga akan menghalangi langkah The Fed memangkas suku bunga kini mereda. Harapan pelonggaran moneter yang agresif memang menurun, tetapi tak sepenuhnya pupus. Pasar kini memperkirakan pemangkasan sekitar 39 basis poin hingga akhir tahun, turun tipis dari proyeksi sebelumnya di atas 40 basis poin, menurut data LSEG.

Di London, InterContinental Hotels Group mencatat lonjakan 4 persen setelah JPMorgan meningkatkan rekomendasinya dari underweight menjadi overweight. Ini menjadi salah satu penggerak positif dari sektor pariwisata dan perhotelan.

Sementara itu, dari Italia, saham Brunello Cucinelli masih tertekan, turun 1,7 persen melanjutkan koreksi hari sebelumnya. Kejatuhan ini dipicu laporan dari firma short-seller Morpheus Research yang memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Lufthansa menambah 1,6 persen setelah Reuters melaporkan bahwa maskapai nasional Jerman itu tengah menyiapkan rencana pemangkasan ribuan karyawan. Pengumuman resmi disebut akan dilakukan pada hari Senin mendatang.

Secara keseluruhan, pasar Eropa menunjukkan daya tahan, tetapi tetap dibayangi kehati-hatian. Dari sentimen proteksionisme hingga tekanan sektor kesehatan, pelaku pasar masih menanti arah yang lebih pasti dari bank sentral dan dinamika global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait