Makro 19 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham Eropa Bergerak Tipis, Pasar Tunggu Pertemuan Ukraina–AS

Indeks STOXX 600 naik tipis, pasar menanti pertemuan Zelenskiy, Trump, dan pemimpin Eropa usai KTT Rusia–AS tanpa kesepakatan.

Saham Eropa bergerak tipis, investor menunggu pertemuan Ukraina–AS–Eropa dan simposium The Fed Jackson Hole untuk arah pasar selanjutnya.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Saham-saham Eropa ditutup bergerak tipis pada Senin, 18 Agustus 2025, menjelang pertemuan penting antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, para pemimpin Eropa, dan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan ini digelar setelah KTT Rusia–AS pada Jumat lalu berakhir tanpa kesepakatan langsung.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik tipis 0,1 persen, setelah mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut pada Jumat. Zelenskiy dijadwalkan bertemu Trump bersama para pemimpin Eropa untuk membahas upaya mencapai kesepakatan damai yang tidak menguntungkan Moskow.

Trump sebelumnya bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat dan sepakat untuk mulai membicarakan kesepakatan damai tanpa menerapkan gencatan senjata terlebih dahulu.

Indeks sektor kedirgantaraan dan pertahanan Eropa naik 0,7 persen setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Saham Babcock Inggris melonjak 5,2 persen setelah RBC memberikan rekomendasi “Outperform” bagi perusahaan rekayasa tersebut.

“Kemungkinan tercapainya kesepakatan damai akan dipandang positif oleh pasar, tetapi saat ini masih belum jelas karena kedua pihak tampak masih berjauhan,” ujar Kiran Ganesh, Strategis Multi-Aset di UBS Global Wealth Management. Ia menambahkan, pasar sejauh ini bergerak tanpa arah jelas karena masih menunggu kejelasan dari sejumlah faktor penentu.

Sebagian besar sektor di STOXX 600 melemah, dengan penurunan terbesar pada sektor tambang sebesar 1,6 persen dan sektor perbankan utama sebesar 0,5 persen.

Saham Novo Nordisk melonjak 6,6 persen setelah obat penurun berat badan Wegovy mendapat persetujuan dipercepat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk mengobati penyakit hati serius. Perusahaan juga mengumumkan menawarkan obat diabetes Ozempic seharga USD499 per bulan bagi pasien yang memenuhi syarat di AS. Lonjakan ini mendorong sektor kesehatan naik 1,4 persen, mencatat reli delapan sesi beruntun, setelah sebelumnya terpukul akibat ketidakpastian tarif farmasi di bawah kebijakan Trump.

Sebagian besar bursa regional Eropa ditutup melemah, namun indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 0,2 persen.

Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada Simposium tahunan The Fed di Jackson Hole pada 21–23 Agustus, di mana Ketua Jerome Powell dan pejabat lain diperkirakan akan menyampaikan pandangan tentang prospek ekonomi dan kerangka kebijakan moneter. Ganesh menambahkan, investor akan mencari sinyal kandidat potensial yang dapat mengambil posisi lebih dovish terkait kebijakan moneter, mengingat pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan kandidat baru untuk Ketua The Fed.

Saham Vestas melonjak 15 persen, menjadi penggerak utama STOXX 600, setelah Departemen Keuangan AS merilis pedoman subsidi pajak proyek energi angin dan surya hingga 2030. Saham energi terbarukan lain juga menguat, dengan EDP Renovaveis naik 6,2 persen, sementara Orsted dan RWE masing-masing naik 1 persen.

Di sisi lain, saham Commerzbank turun 3,2 persen, menjadi yang terlemah di sektor perbankan, setelah Deutsche Bank menurunkan rekomendasi dari “Buy” menjadi “Hold.” (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait