Makro 12 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham Eropa Melemah, Pasar Tunggu KTT Rusia–AS

Indeks STOXX 600 turun jelang KTT Rusia–AS di Alaska, saham pertahanan Jerman tertekan, Orsted anjlok usai rights issue.

Saham Eropa melemah jelang KTT Rusia–AS, sektor pertahanan Jerman tertekan, Orsted anjlok 29,6 persen akibat rights issue besar.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Indeks saham Eropa dibuka melemah pada Senin, dengan investor menahan diri untuk tidak melakukan aksi besar menjelang pekan yang dipenuhi negosiasi tarif dan diakhiri pertemuan antara Amerika Serikat dan Rusia terkait perang di Ukraina.

Seperti dikutip Reuters, indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup turun 0,1 persen, terkoreksi dari penguatan di awal sesi, namun tetap berada dekat level tertinggi sejak 31 Juli. Pasar kini menanti KTT pada Jumat di Alaska, yang dikhawatirkan Kyiv akan menjadi ajang bagi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk mencoba menentukan syarat mengakhiri perang yang telah berlangsung tiga setengah tahun.

Juru bicara pemerintah Jerman menyatakan bahwa para pemimpin Eropa akan menggelar pertemuan virtual dengan Trump sebelum KTT tersebut, setelah sebelumnya memberikan dukungan agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy ikut serta dalam pembicaraan.

Harapan tercapainya kesepakatan damai menekan saham perusahaan pertahanan Jerman, dengan Rheinmetall turun 4,6 persen dan Renk melemah 1,6 persen. Indeks acuan DAX Jerman turun 0,4 persen, sementara indeks sektor kedirgantaraan dan pertahanan Eropa melemah 1,1 persen, sempat menyentuh level terendah lebih dari satu bulan di sesi perdagangan.

“Penyediaan peralatan pertahanan telah banyak berubah dalam beberapa bulan terakhir, Eropa kini memberikan lebih banyak pasokan pertahanan kepada Ukraina,” ujar Craig Cameron, Manajer Portofolio dan Analis Riset di Templeton Global Equity Group, menanggapi potensi dampak kesepakatan damai bagi sektor pertahanan Eropa.

Di sisi lain, saham pengembang ladang angin asal Denmark, Orsted, anjlok 29,6 persen setelah mengumumkan rights issue senilai 60 miliar crown Denmark (sekitar USD9,4 miliar). Saham ini mencatat rekor terendah dan menjadi penekan terbesar indeks STOXX 600.

Batas waktu kesepakatan perdagangan AS–China pada 12 Agustus juga semakin dekat. Pasar memperkirakan akan ada perpanjangan tenggat waktu dan kesepakatan yang dapat mencegah penerapan tarif tiga digit terhadap barang masing-masing negara.

Meski kekhawatiran terhadap tarif Trump masih ada, kinerja musim laporan keuangan di AS yang kuat, didorong optimisme terkait AI, serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, telah mendorong indeks saham AS ke rekor tertinggi. Hal ini mengurangi daya tarik saham Eropa yang sempat mengungguli pasar AS pada paruh pertama tahun ini.

“Fokus cerita kembali ke AS, khususnya setelah negosiasi tarif berakhir lebih rendah dan perusahaan seperti Nvidia dan Microsoft mendorong pasar naik,” kata Cameron.

Saham Northern Data asal Jerman turun 19,2 persen setelah platform video dan penyedia layanan cloud asal AS, Rumble, menyatakan tengah mempertimbangkan tawaran senilai sekitar USD1,17 miliar untuk perusahaan AI cloud tersebut.

Sementara itu, saham Novartis naik 2,1 persen setelah perusahaan farmasi asal Swiss itu mengumumkan bahwa pengobatan untuk penyakit Sjogren, Ianalumab, berhasil mencapai target utama dalam uji klinis tahap akhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait