Makro 22 Jul 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham Eropa Melemah, Pasar Waspadai Risiko Tarif AS

Saham-saham Eropa terkoreksi tipis akibat laporan keuangan yang beragam dan kekhawatiran investor terhadap arah negosiasi dagang AS-Uni Eropa.

Saham Eropa turun tipis dipicu ketidakpastian dagang dan laporan kinerja emiten yang variatif. Investor menanti dampak tarif Trump ke pasar global.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Saham-saham di kawasan Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin, 21 Juli 2025, setelah sesi yang bergerak fluktuatif akibat kombinasi laporan keuangan emiten yang beragam serta ketidakpastian arah negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Seperti dikutip dari Reuters, indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,1 persen, terbebani oleh pelemahan saham sektor kesehatan seperti Roche dan Novo Nordisk. Tekanan di sektor ini menutupi penguatan pada saham perusahaan tambang, yang bergerak naik seiring kenaikan harga logam dasar global.

Investor tengah bersiap menghadapi pekan yang penuh dengan laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar di Eropa dan AS. Pelaku pasar akan mencermati setiap laporan untuk mencari sinyal dampak dari ketidakpastian perdagangan terhadap margin keuntungan dan permintaan konsumen.

Stellantis mengumumkan proyeksi kerugian bersih sebesar EUR2,3 miliar (setara USD 2,68 miliar) untuk semester I 2025. Produsen otomotif tersebut menghadapi tekanan ganda: pembaruan lini produk sekaligus dampak dari kebijakan tarif impor AS. Saham Stellantis sempat volatil sepanjang sesi namun akhirnya ditutup menguat sekitar 1,5 persen.

Sementara itu, saham maskapai penerbangan Ryanair melonjak 5,7 persen setelah mencetak laba kuartalan yang lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Saham Lufthansa dan EasyJet turut menguat sekitar 1 persen.

Fokus pasar juga tertuju pada perkembangan pembicaraan dagang. Diplomat Uni Eropa menyatakan blok tersebut tengah mengkaji “mekanisme anti-pemaksaan” sebagai langkah balasan, termasuk kemungkinan membatasi akses layanan AS ke tender publik jika kesepakatan tak tercapai.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan bea masuk sebesar 30 persen atas produk impor dari Eropa bila tidak ada kesepakatan sebelum tenggat 1 Agustus.

"Pertanyaannya kini, apakah Uni Eropa akan menerima hasil yang condong menguntungkan AS, atau Trump bersedia mentolerir langkah balasan dari Eropa tanpa memperparah ketegangan tarif," ujar Henry Cook, ekonom senior di MUFG Bank. “Peluang tercapainya kesepakatan masih sempit dan risiko kegagalan tetap besar.”

Meski STOXX 600 sempat pulih dari tekanan besar akibat tarif pada April lalu, ketidakpastian arah kebijakan perdagangan global masih membayangi sentimen pasar. Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan portofolio ke aset aman seperti emas dan obligasi negara Eropa.

Saham Delivery Hero mencatat lonjakan harian tertinggi dalam lebih dari setahun, menguat lebih dari 16 persen. Kenaikan terjadi setelah Prosus dikabarkan bersedia memangkas kepemilikan di perusahaan pengiriman makanan asal Jerman tersebut dan mundur dari jajaran dewan demi memenuhi aturan Uni Eropa atas kesepakatan senilai EUR4,1 miliar dengan Just Eat Takeaway.

Saham tambang seperti Glencore, Anglo American, dan Antofagasta menguat antara 3 hingga 5 persen. Kenaikan ini mengikuti lonjakan harga logam industri setelah pemerintah China berjanji menstabilkan pertumbuhan sektor manufaktur dan mengisyaratkan adanya stimulus tambahan.

Pasar kini menanti keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis akhir pekan ini. Namun, pelaku pasar memperkirakan ECB tidak akan mengubah tingkat suku bunga pada pertemuan tersebut. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait