Makro 05 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham Eropa Naik, Swiss Melemah Imbas Tarif AS 39 Persen

Indeks STOXX 600 bangkit setelah saham perbankan melonjak, namun saham Swiss tertekan usai tarif tinggi AS picu kekhawatiran lapangan kerja.

Saham Eropa menguat didorong sektor perbankan, sementara saham Swiss melemah akibat tarif AS sebesar 39 persen terhadap barang ekspor.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Indeks saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin, 4 Agustus 2025, bangkit dari level terendah dalam enam pekan. 

Kenaikan tajam pada saham-saham perbankan berhasil menutupi penurunan di pasar saham Swiss setelah Amerika Serikat mengenakan tarif tinggi sebesar 39 persen atas barang-barang asal Swiss.

Seperti dikutip dari Reuters, indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,9 persen, dengan mayoritas pasar regional utama, kecuali saham Swiss, mengalami rebound dari penurunan tajam pada Jumat lalu akibat kekhawatiran terhadap tarif serta laporan ketenagakerjaan AS yang lemah.

Indeks DAX Jerman menguat 1,4 persen, CAC 40 Prancis naik 1,1 persen, dan FTSE 100 Inggris menambah 0,7 persen.

Sementara itu, indeks SMI di Zurich turun 0,2 persen saat perdagangan dilanjutkan pasca libur panjang. Swiss dikejutkan pada Jumat lalu setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan salah satu tarif tertinggi dalam skema reset perdagangan globalnya. Asosiasi industri di Swiss memperingatkan bahwa puluhan ribu pekerjaan bisa terdampak.

Saham produsen jam tangan mewah asal Swiss seperti Richemont dan Swatch masing-masing turun 1,3 persen dan 2,3 persen.

“Wajar bila Swiss tertinggal. Perusahaan yang paling terpapar arus perdagangan internasional tampak menghadapi tekanan terbesar. Namun penurunan seperempat persen belum terlalu signifikan,” ujar Russ Mould, Direktur Investasi di AJ Bell.

Ia menambahkan bahwa masih ada harapan kesepakatan dagang bisa tercapai, jika tidak lebih menguntungkan, setidaknya lebih ringan dari ketentuan yang diberlakukan Washington saat ini.

Pemerintah Swiss menyatakan siap memberikan tawaran perdagangan yang “lebih menarik” dalam pembicaraan dengan AS. Tarif baru itu dijadwalkan berlaku mulai Kamis, memberi Swiss, yang menjadikan AS sebagai pasar ekspor utama untuk produk farmasi, jam tangan, mesin, dan cokelat, waktu singkat untuk merundingkan kesepakatan yang lebih baik.

Saham-saham Eropa telah bergerak menjauh dari puncak tahun ini karena tarif AS terhadap mitra dagang utama memicu kekhawatiran atas tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sektor perbankan menjadi penopang utama pada hari itu. Saham-saham bank Inggris melonjak setelah Mahkamah Agung Inggris membatalkan putusan terkait komisi pembiayaan kendaraan bermotor. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar atas potensi skema ganti rugi yang sebelumnya diperkirakan bisa mencapai puluhan miliar pound.

Saham Lloyds naik 9 persen dan menjadi yang tertinggi di STOXX 600. Close Brothers melonjak 24 persen, sementara Barclays, Bank of Ireland, dan Santander masing-masing menguat lebih dari 2 persen.

Saham UBS turun 0,7 persen setelah bank tersebut menyatakan akan membayar USD300 juta untuk menyelesaikan kasus sekuritas hipotek di AS terkait penjualan investasi berbasis hipotek. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait