Makro 30 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Saham London Menguat Dipimpin Sektor Keuangan dan Industri

Indeks FTSE 100 naik, didorong keuangan dan industri, sementara investor mencermati risiko penutupan pemerintahan AS.

Saham London naik dipimpin sektor keuangan dan industri, dengan fokus pada potensi shutdown AS dan data ekonomi domestik.

Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM – Saham-saham di London ditutup menguat pada Senin, 29 September 2025, didorong oleh sektor keuangan dan industri, sementara investor menyoroti potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat. 

Indeks utama FTSE 100 naik 0,2 persen, sedangkan FTSE 250 yang lebih berfokus pada pasar domestik Inggris meningkat 0,9 persen, membuka awal pekan dengan pijakan positif.

Indeks asuransi non-jiwa Inggris naik 2,1 persen, sementara saham sektor kesehatan bertambah 1 persen. Kenaikan di sektor kesehatan dipimpin oleh GSK yang menguat 2,1 persen setelah perusahaan mengumumkan bahwa CEO Emma Walmsley akan digantikan oleh pejabat internal, Luke Miels. 

“Tampaknya investor percaya sosok baru yang memahami bisnis dari dalam dapat membawa dorongan segar bagi perusahaan yang kini sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Danni Hewson, kepala analisis keuangan di AJ Bell.

Indeks perumahan melonjak 2,2 persen dengan saham Berkeley naik 3,5 persen setelah menunjuk direktur keuangan divisi, Neil Eady, sebagai CFO. 

Sektor pertambangan logam juga menguat 2,1 persen seiring harga emas yang mencatat reli rekor karena didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS serta kekhawatiran terhadap kemungkinan penutupan pemerintahan.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan pimpinan Kongres dari Partai Demokrat dan Republik pada hari yang sama untuk membahas perpanjangan pendanaan pemerintahan. 

Tanpa kesepakatan, penutupan pemerintahan federal akan dimulai pada Rabu dan berpotensi mengganggu rilis data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan non-pertanian untuk September.

Di sisi domestik, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyampaikan pembelaan tegas terhadap komitmennya pada “tanggung jawab ekonomi,” menolak seruan agar aturan fiskal dilonggarkan. 

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank of England Dave Ramsden mengatakan pasar tenaga kerja Inggris telah melemah dan pertumbuhan upah mulai normal, memperkuat keyakinannya bahwa suku bunga dapat diturunkan dan inflasi akan kembali ke target bank sentral. 

Ke depan, investor menantikan data PDB kuartal kedua yang dijadwalkan dirilis pada Selasa. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait