Makro 15 Jun 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas

Harga minyak mentah dunia langsung anjlok hampir lima persen pasca-pernyataan Donald Trump.

Minyak mentah AS anjlok 4,8 persen ke USD80,80 per barel setelah kesepakatan damai AS-Iran resmi tercapai. Jalur logistik Selat Hormuz siap dibuka Jumat ini.

Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: Pexels/Jan Zakelj)
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: Pexels/Jan Zakelj)

KABARBURSA.COM – Harga minyak jatuh pada hari Minggu, 14 Juni 2026 setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Dilaporkan CNBC, kontrak berjangka minyak mentah AS turun 4,8 persen menjadi USD80,80 per barel pada pukul 18.01 waktu ET. Sementara itu, kontrak berjangka Brent sebagai patokan internasional diperdagangkan 3,9 persen lebih rendah ke posisi USD83,89 per barel.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social. Hormuz akan dibuka tanpa sistem tarif tol dan AS akan mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap Iran, ungkap sang presiden.

"Kapal-kapal dunia, hidupkan mesin kalian," tutur Trump. "Biarkan minyak mengalir!"

Dalam unggahan berikutnya, Trump menyebutkan bahwa selat tersebut akan dibuka pada hari Jumat, hari di mana upacara penandatanganan resmi perjanjian damai dijadwalkan berlangsung di Swiss.

"Dengan pembukaan Selat saat penandatanganan Kesepakatan pada hari Jumat untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya untuk Kawasan ini, dan Dunia!" katanya.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum lalu lintas kapal tanker anjlok pada awal Maret akibat serangan Iran. Gangguan di Hormuz tersebut telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Minggu mengatakan bahwa AS dan Iran telah menyatakan penghentian operasi militer segera dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon. Perdana menteri Pakistan tersebut bertindak sebagai mediator antara AS dan Iran.

"Kami ingin berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka dalam menemukan solusi diplomatik untuk konflik ini," kata Sharif. 

“Para mediator akan memfasilitasi pertemuan-pertemuan pada pekan ini untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi,” ujarnya.

CEO perusahaan kapal tanker minyak Frontline mengatakan kepada CNBC pekan lalu bahwa ia memperkirakan lalu lintas kapal melalui Hormuz akan pulih dengan cepat jika AS dan Iran mencapai kesepakatan yang kredibel.

"Saya sebenarnya sangat optimis saat situasi berbalik dan AS serta Iran telah menemukan semacam kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang pelayaran, bahwa transit tersebut akan berlanjut kembali dengan cukup cepat," kata CEO Frontline Lars Barstad.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait