Makro 21 Aug 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Sepuluh Emiten ini Diguyur Air Segar RAPBN 2025, Apa Saja?

Sepuluh Emiten ini Diguyur Air Segar RAPBN 2025, Apa Saja?
Sepuluh Emiten ini Diguyur Air Segar RAPBN 2025, Apa Saja?

Daftar Isi

  1. 01 Ujian Ketangguhan AUTO

KABARBURSA.COM - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 diperkirakan akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dengan proyeksi mencapai level 7.800 tahun ini.

Dalam RAPBN 2025, belanja negara diperkirakan akan meningkat sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai Rp3.613,1 triliun. Pendapatan negara diproyeksikan naik 6,9 persen menjadi Rp2.996,9 triliun. Defisit anggaran pada 2025 diestimasi sebesar 2,53 persen dari PDB, lebih baik dibandingkan defisit tahun ini yang sebesar 2,7 persen.

Pemerintah juga akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk pendidikan, kesejahteraan sosial, dan infrastruktur. Reformasi pajak, perluasan basis pajak, dan peningkatan penerimaan negara bukan pajak direncanakan untuk mendanai anggaran ini.

Pertumbuhan ekonomi pada 2025 diproyeksikan mencapai 5,2 persen, naik dari 5,1 persen pada 2024, dan inflasi diperkirakan turun menjadi 2,5 persen dari 3 persen.

"Anggaran ini mencerminkan perubahan kebijakan fiskal yang signifikan, dengan transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto. Ini mencakup peningkatan belanja untuk inisiatif baru, sambil melanjutkan komitmen terhadap infrastruktur dan kesejahteraan sosial," kata Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas dalam risetnya.

Beberapa perubahan utama dalam anggaran termasuk alokasi substansial untuk pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), pemberian makanan bergizi gratis, dan belanja pertahanan. Anggaran pendidikan akan meningkat menjadi Rp722,6 triliun (naik 9,5 persen), perlindungan sosial menjadi Rp504,7 triliun (naik 4 persen), dan kesehatan menjadi Rp197,8 triliun (naik 6,3 persen).

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas meski alokasinya turun menjadi Rp400,3 triliun (turun 5,5 persen). Dana transfer daerah akan meningkat 15 persen menjadi Rp919,9 triliun, dan alokasi anggaran ketahanan pangan meningkat 9,1 persen menjadi Rp124,4 triliun.

Untuk mendanai alokasi anggaran, pemerintah akan fokus pada reformasi pajak, perluasan basis pajak, dan pengembangan ekonomi digital. Penerimaan negara bukan pajak juga akan ditingkatkan melalui pengelolaan aset negara dan pajak lingkungan. Penyesuaian tarif layanan publik akan menyeimbangkan biaya dan pengeluaran aktual.

Berikut adalah 10 saham yang diperkirakan akan diuntungkan dari alokasi anggaran dalam APBN 2025 menurut RHB Sekuritas:

  • Adaro Energy (ADRO): Target harga Rp3.200
  • AKR Corporindo (AKRA): Target harga Rp1.950
  • Astra International (ASII): Target harga Rp6.000
  • Astra Otoparts (AUTO): Target harga Rp2.800
  • Bank Central Asia (BBCA): Target harga Rp12.060
  • Bank Mandiri (BMRI): Target harga Rp8.100
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Target harga Rp5.900
  • Elnusa (ELSA): Target harga Rp650
  • Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA): Target harga Rp3.500
  • Sumber Alfaria Trijaya (AMRT): Target harga Rp3.400

Ujian Ketangguhan AUTO

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), yang dikenal sebagai pemimpin dalam industri suku cadang otomotif, melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp9,19 triliun pada semester I-2024. Pendapatan ini turun 2 persen dibandingkan tahun lalu, terutama karena penurunan 10,9 persen di segmen manufaktur dan melemahnya pasar otomotif.

Namun, segmen trading Astra Otoparts menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan kenaikan pendapatan sebesar 9,6 persen dari tahun lalu. Meskipun pendapatan secara keseluruhan menurun, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 17,7 persen dan laba bersih naik 26,5 persen menjadi Rp1,01 triliun, dengan run rate mencapai 54,2 persen.

Christopher Rusli dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat bahwa meskipun penjualan mobil melemah pada semester pertama 2024, Astra Otoparts tetap kuat. Perusahaan ini juga memperluas bisnis purnajualnya dengan membuka 16 gerai Astra Otoservice di Jawa dan Sumatra pada Juni 2024. Langkah ini bertujuan untuk menarik kembali pelanggan yang beralih ke bengkel tidak resmi setelah masa garansi berakhir, dengan menawarkan harga layanan yang kompetitif dan suku cadang OEM (original equipment manufacturer).

Di sisi lain, penjualan mobil secara grosir pada Juli 2024 mencapai 74.160 unit, naik 1,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya tetapi turun 7,9 persen dibandingkan tahun lalu. Total penjualan mobil secara grosir dari Januari hingga Juli 2024 mencapai 482.172 unit, turun 17,5 persen dibandingkan tahun lalu. Toyota dan Daihatsu mendominasi pasar dengan pangsa masing-masing 36,6 persen dan 18,8 persen.

Walaupun pertumbuhan penjualan bulanan lebih lemah dari yang diperkirakan, tren penjualan menunjukkan perbaikan. Mirae Asset Sekuritas merevisi target penjualan mobil 2024 dari 800.000 unit menjadi 852.000 unit.

Sebagai hasilnya, Mirae menurunkan rekomendasi saham AUTO dari sebelumnya "buy" menjadi "hold". Namun, target harga saham AUTO dinaikkan menjadi Rp2.340, karena target harga sebelumnya telah tercapai. Rekomendasi ini menggunakan metodologi discounted cash flow (DCF) dengan weighted average cost of capital (WACC) sebesar 9,9 persen dan tingkat pertumbuhan terminal sebesar 2,5 persen. Saat ini, saham AUTO diperdagangkan dengan P/E ratio sebesar 5,41 kali, di bawah rata-rata P/E 2 tahun yang sebesar 6,43 kali.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait