Makro 29 Oct 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Sinergi Polri, BPOM, dan BNN Musnahkan 214 Ton Narkoba

Presiden Prabowo memimpin pemusnahan 214,84 ton narkoba hasil sitaan senilai Rp29,37 triliun sebagai wujud komitmen mewujudkan Indonesia bebas narkoba.

Prabowo pimpin pemusnahan 214 ton narkoba senilai Rp29 triliun, sinergi Polri, BPOM, dan BNN perkuat komitmen menuju Indonesia Emas 2045.

Presiden Prabowo saat memimpin pemusnahan barang bukti narkoba bersama Polri dan BPOM. Foto: dok BPOM.
Presiden Prabowo saat memimpin pemusnahan barang bukti narkoba bersama Polri dan BPOM. Foto: dok BPOM.

Daftar Isi

  1. 01 Pengawasan Berbasis Sains dan Digitalisasi Rantai Pasok

KABARBURSA.COM - Presiden Prabowo memimpin pemusnahan barang bukti narkotika hasil sitaan sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025 di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Polri pada Rabu, 29 Oktober 2025. 

Sebanyak 214,84 ton narkoba dengan nilai total Rp29,37 triliun dimusnahkan agar tidak disalahgunakan. Pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemberantasan narkoba yang mengancam masa depan bangsa.  

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 1,3 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, dan 608,1 kg ganja, hasil operasi gabungan Bareskrim Polri bersama jajaran Polda di berbagai daerah mulai dari Riau, Jambi, Lampung, Metro Jaya, hingga Sulawesi Tengah dan Kalimantan Utara. 

Pemusnahan narkoba kali ini merupakan manifestasi semangat kolektif bangsa dalam menjaga masa depan generasi muda. 

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, narkoba merupakan ancaman multidimensi yang menghancurkan generasi muda, melemahkan ketahanan nasional dan mengancam masa depan Indonesia Emas 2045. 

“Kalau barang ini tidak dicegah dan disita, bisa dikonsumsi oleh 629 juta manusia  lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia. Ini ancaman serius bagi bangsa, dan saya apresiasi kerja keras Polri, BPOM, dan BNN ” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya, Rabu, 29 Oktober 2025. 

Prabowo juga menegaskan bahwa pihaknya akan berjuang bersama untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat, sehat, dan bermartabat,” tegasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, keberhasilan pengungkapan 49.306 kasus tindak pidana narkoba dengan 65.572 tersangka merupakan hasil kerja kolaboratif lintas lembaga. 

“Peredaran narkoba adalah extraordinary crime. Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita harus memastikan generasi muda bebas dari narkoba,” ujar Kapolri. 

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar menegaskan, bahwa pengawasan obat dan sediaan farmasi merupakan benteng utama mencegah penyalahgunaan zat berbahaya. 

“BPOM terus bersinergi dengan Polri dan BNN untuk memperkuat pengawasan, dari produksi hingga distribusi. Penyalahgunaan obat dan narkotika adalah ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutur Taruna Ikrar. 

Pengawasan Berbasis Sains dan Digitalisasi Rantai Pasok 

Guna mencegah peredaran narkoba, BPOM membangun pengawasan berbasis sains dan digitalisasi rantai pasok. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap obat yang beredar di Indonesia memenuhi standar keamanan dan tidak disalahgunakan untuk produksi narkoba sintetis. 

Kegiatan pemusnahan ini menjadi simbol capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus meneguhkan komitmen pemerintah mewujudkan Indonesia bebas narkoba melalui pendekatan keamanan, kesehatan, dan edukasi publik. 

Di tengah upaya memanfaatkan bonus demografi 2030–2035, langkah tegas ini menjadi bagian penting dari strategi nasional membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh nasional seperti Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. 

Dari unsur masyarakat, hadir Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, menandai dukungan penuh lintas ormas terhadap perjuangan bersama melawan narkoba.(*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait