Makro 23 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Spring Festival China Seret Harga Batu Bara Jatuh 0,18 Persen

Tekanan harga akibat libur Spring Festival di China belum menggoyang saham batu bara domestik, dengan ADRO, PTBA, dan ITMG justru bergerak menguat di tengah pasar yang selektif membaca sentimen.

Harga batu bara global melemah jelang Spring Festival China, namun saham ADRO, PTBA, dan ITMG justru menguat, mencerminkan sentimen pasar yang lebih selektif.

Harga batu bara global kembali anjlok akibat lemahnya permintaan China jelang libur Spring Festival. Foto: Dok Minetech Indonesia.
Harga batu bara global kembali anjlok akibat lemahnya permintaan China jelang libur Spring Festival. Foto: Dok Minetech Indonesia.

Daftar Isi

  1. 01 ADRO, PTBA dan ITMG Menguat

KABARBURSA.COM – Harga batu bara global pada perdagangan Kamis waktu setempat, 22 Januari 2026, turun tipis, terseret penurunan harga batu bara termal domestik China. Harga batu bara termal China mengalami penurunan jelang libur panjang Spring Festival.

Berdasarkan data Refinitiv, pada penutupan perdagangan, harga batu bara global berada di level USD112,8 per ton, dengan pelemahan tipis 0,18 persen. Padahal, sehari sebelumnya harga batu bara mengalami lonjakan 0,71 persen.

Penurunan harga batu bara kali ini terlihat lebih konsisten, karena didorong oleh kombinasi pelemahan permintaan dan perilaku pedagang yang agresif melepas stok sebelum liburan. Di sini, pedagang memilih mengamankan likuiditas dibanding menahan stok karena berisiko mengalami stagnasi transaksi.

Sementara dari sisi permintaan, baik konsumsi Listrik dan aktivitas industri, biasanya melambat menjelang Tahun Baru China. Penurunan permintaan ini tidak hanya terjadi di pasar Pelabuhan, tetapi merembet ke harga mine-mouth.

Inilah yang kemudian berpengaruh pada persediaan batu bara yang dilaporkan masih tinggi, sehingga tekanan pada harga tidak mereda. Pembeli memiliki posisi tawar yang kuat dan memilih menunda pembelian sambil menunggu harga yang lebih menarik.

Spring Festival sendiri berlangsung pada 15-23 Februari. Pada periode ini, aktivitas bisnis dan industri melambat lebih awal, seiring dimulainya Chunyun, atau arus mudik terbesar di dunia. Perlambatan ini secara otomatis berdampak pada permintaan energi.

ADRO, PTBA dan ITMG Menguat

Pelemahan harga batu bara sejauh ini tidak memberikan pengaruh besar pada pergerakan harga sejumlah emiten domestik, seperti ADRO, PTBA, dan ITMG. Harga ketiga saham tersebut rata-rata naik signifikan, terutama pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026.

Pada Alamtri Resources Indonesia (ADRO), pasar terlihat cukup responsif. Saham ADRO ditutup menguat 3,98 persen ke level 2.350, dengan rentang perdagangan harian yang relatif lebar, dari 2.240 hingga sempat menyentuh 2.400. 

Kenaikan ini terjadi meskipun sentimen komoditas global sedang kurang kondusif, mengindikasikan bahwa pelaku pasar tidak semata-mata merespons harga batu bara spot. Pergerakan intraday yang sempat terkoreksi setelah sesi siang juga mencerminkan adanya aksi ambil untung, namun tidak sampai mengubah arah tren harian.

Saham PT Bukit Asam (PTBA) ditutup menguat 2,02 persen ke level 2.530, naik 50 poin dari penutupan sebelumnya di 2.480. Sepanjang hari, saham ini bergerak relatif stabil dengan rentang 2.490–2.550, tanpa fluktuasi tajam. 

Pola intraday yang rapi—naik bertahap di sesi pagi, sempat menguat ke area tertinggi sebelum jeda makan siang, lalu bertahan di zona hijau hingga penutupan—menunjukkan tidak adanya tekanan distribusi berarti meskipun sentimen komoditas sedang melemah.

Sementara itu, Indo Tambangraya Megah (ITMG) menunjukkan pola yang paling solid. Saham ITMG ditutup menguat 1,91 persen ke level 22.725, melanjutkan kenaikan yang terbentuk setelah lonjakan di sesi siang. 

Pasar memposisikan ITMG sebagai saham batu bara dengan kualitas defensif tinggi. Margin yang relatif kuat, neraca yang konservatif, serta konsistensi dividen membuat tekanan dari pelemahan harga komoditas jangka pendek tidak langsung diterjemahkan menjadi aksi jual. 

Jika ditarik benang merahnya, pelemahan harga batu bara kali ini belum cukup kuat untuk mengubah sentimen terhadap saham batu bara besar di BEI. Pasar tampak membedakan antara tekanan musiman dan struktural.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait