Makro 17 Mar 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Struktur Ekonomi RI Ditopang Konsumsi, ini Dampaknya

Konsumsi rumah tangga menyumbang 53,88 persen PDB dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

Konsumsi rumah tangga berkontribusi 53,88 persen PDB dan menjadi penopang utama ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com.
Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM — Konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, dengan kontribusi terbesar berasal dari belanja rumah tangga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 53,88 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025. Selain itu, investasi (PMTB) berkontribusi 28,77 persen, sementara ekspor barang dan jasa sebesar 22,85 persen.

Struktur ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada permintaan domestik.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai kondisi tersebut menjadi faktor utama yang menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

“Sehingga kalau kita bisa simpulkan mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesianya bisa meningkat artinya memang ada potensi domestik yang sebenarnya masih bisa kita optimalkan,” ujarnya kepada media, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, di tengah kondisi global yang tidak sepenuhnya kondusif, kekuatan domestik menjadi penopang utama ekonomi nasional.

“Sehingga di tengah-tengah kondisi global yang kecenderungannya tidak baik-baik saja proyeksi pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih baik dari tahun lalu dari versinya kebanggaan internasional berarti ini mengindikasikan bahwa ada mesin-mesin pertumbuhan yang domestik yang masih bisa kita optimalkan untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi dibandingkan dari tahun lalu,” kata Josua.

Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang relatif stabil. Setelah tumbuh 3,69 persen pada 2021, ekonomi Indonesia meningkat menjadi 5,31 persen pada 2022, kemudian berada di kisaran 5 persen hingga mencapai 5,11 persen pada 2025.

Dengan struktur ekonomi yang ditopang konsumsi domestik dan investasi, Indonesia dinilai memiliki ruang untuk menjaga pertumbuhan meski tekanan global masih berlangsung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait