Makro 10 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Suku Bunga The Fed Diramal Naik, Harga Emas Langsung Merosot

Harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD5.091,62 per ons.

Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026

Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026 imbas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed karena konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD5.091,62 per ons. Sementara Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup 1,1 persen lebih rendah pada USD5.103,70.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang dipicu oleh ketidakpastian perang membebani harga emas.

Namun, tambah dia, konflik yang berkepanjangan juga diperkirakan bakal mempertahankan permintaan aset aman dan memberikan batas bawah bagi harga emas.

Emas dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga rendah meningkatkan daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil.

"Jika kita mendapatkan angka inflasi yang tinggi minggu ini, maka itu benar-benar akan menempatkan Federal Reserve dalam dilema. Hal itu dapat menyebabkan penurunan harga emas lebih lanjut," kata Wyckoff.

Pertemuan kebijakan bank sentral AS berikutnya akan berlangsung pada tanggal 17-18 Maret 2026. Secara luas, The Fed diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga tetap stabil.

Di sisi lain, harga perak spot mengalami penurunan 0,2 persen menjadi USD84,18 per ons, platinum naik 1,1 persen menjadi USD2.158,02 dan paladium meningkat 2,4 persen menjadi USD1.663,79. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait