Makro 31 Oct 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Surplus Dagang Turun 13 Persen: Tanda Tekanan Ekspor Mulai Terasa

Nilai surplus diperkirakan hanya mencapai USD4,79 miliar, turun sekitar 13 persen dari posisi Agustus yang sebesar USD5,49 miliar

Surplus perdagangan Indonesia diprediksi menyusut pada September 2025, seiring meningkatnya aktivitas impor yang mulai menggeliat setelah kontraksi tajam.

Ilustrasi Surplus Perdagangan Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Surplus Perdagangan Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Surplus perdagangan Indonesia diprediksi menyusut pada September 2025, seiring meningkatnya aktivitas impor yang mulai menggeliat setelah kontraksi tajam di bulan sebelumnya. 

Berdasarkan survei Reuters terhadap sembilan ekonom pada 27–31 Oktober, nilai surplus diperkirakan hanya mencapai USD4,79 miliar, turun sekitar 13 persen dari posisi Agustus yang sebesar USD5,49 miliar.

Meski demikian, Indonesia—ekonomi terbesar di Asia Tenggara—masih mempertahankan rekor surplus beruntun sejak pertengahan 2020. Namun, keunggulan itu kini melandai, jauh dari puncak kejayaan April 2022 saat harga komoditas global, terutama batu bara dan minyak sawit, melesat tajam. Seperti dikutip reuters di Jakarta, Jumat 31 Oktober 2025.

Kinerja ekspor pada September diperkirakan naik 7,72 persen secara tahunan (yoy), melampaui pertumbuhan 5,78 persen pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, impor diprediksi berbalik arah, naik 1 persen setelah anjlok 6,56 persen pada Agustus. Peningkatan impor ini menandakan pulihnya permintaan domestik, terutama dari sektor industri dan pembangunan.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi Oktober pada Senin mendatang. Hasil jajak pendapat Reuters memperkirakan inflasi tahunan bertahan di 2,65 persen, sama seperti bulan sebelumnya, sementara inflasi bulanan melambat menjadi 0,07 persen dari 0,21 persen.

Bank Indonesia tetap optimistis menjaga inflasi dalam rentang sasaran 1,5–3,5 persen untuk periode 2025–2026. Adapun inflasi inti—yang menyingkirkan komponen pangan bergejolak dan harga yang dikendalikan pemerintah—diprediksi stabil di 2,18 persen, nyaris tak berubah dari 2,19 persen pada September lalu.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait