Makro 03 Mar 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Surplus Neraca Perdagangan Januari 2026 Dukung Ketahanan Ekonomi Indonesia

Secara keseluruhan, surplus perdagangan nonmigas menjadi penyangga utama bagi posisi eksternal Indonesia

Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 sebesar 0,95 miliar dolar AS menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan eksternal pere

Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 sebesar 0,95 miliar dolar AS menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan eksternal
Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 sebesar 0,95 miliar dolar AS menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan eksternal

KABARBURSA.COM - Bank Indonesia menilai surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 sebesar 0,95 miliar dolar AS menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan eksternal perekonomian nasional. Angka ini menegaskan momentum stabilitas perdagangan Indonesia di tengah dinamika global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis, surplus Januari 2026 melanjutkan tren surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,51 miliar dolar AS. Sebuah kesinambungan yang memberi ruang bagi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih tangguh.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna semakin memperkokoh ketahanan eksternal serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.

Surplus perdagangan yang berlanjut sebagian besar bersumber dari neraca perdagangan nonmigas. Pada Januari 2026, neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar 3,23 miliar dolar AS, seiring dengan kuatnya ekspor nonmigas yang mencapai 21,26 miliar dolar AS.

Kinerja ekspor nonmigas ini ditopang oleh komoditas berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur unggulan. Produk seperti lemak dan minyak hewani/nabati, nikel beserta turunannya, kendaraan dan komponennya, mesin serta peralatan mekanis, hingga alas kaki menjadi penyumbang utama.

Dari sisi pasar tujuan, China, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor ekspor terbesar bagi Indonesia, mencerminkan diversifikasi pasar yang solid.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas tercatat defisit sebesar 2,27 miliar dolar AS pada Januari 2026. Hal ini sejalan dengan menurunnya ekspor migas di tengah penurunan impor minyak dan gas, menjadi catatan penting bagi pengelolaan ketahanan energi nasional.

Secara keseluruhan, surplus perdagangan nonmigas menjadi penyangga utama bagi posisi eksternal Indonesia, sekaligus memberi ruang bagi kebijakan ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan di tengah gejolak global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait