Makro 09 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Tekanan dari Unilever Menarik Saham Eropa ke Zona Merah

Perdagangan kawasan kembali bergerak hati-hati di tengah sinyal pasar yang belum sepenuhnya selaras.

Saham Eropa melemah dipimpin penurunan sektor konsumer, sementara investor menanti keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini.

Ilustrasi: Mata uang Euro dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan candlestick. (Foto: Pexels/Jakub Zerdzicki)
Ilustrasi: Mata uang Euro dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan candlestick. (Foto: Pexels/Jakub Zerdzicki)

KABARBURSA.COM – Saham Eropa bergerak melemah pada Senin, 8 Desember 2025, dengan penurunan saham-saham konsumer menekan pasar dan mengimbangi kenaikan di sektor industri serta kesehatan. 

Investor juga menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat pekan ini.

Seperti dilansir dari Reuters, indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,2 persen ke 577,98. Mayoritas indeks regional juga terkoreksi, dengan Jerman turun 0,1 persen dan Prancis turun 0,3 persen.

Saham sektor consumer staples menjadi penekan terbesar indeks, dengan Unilever melemah 3,1 persen setelah perusahaan tersebut merampungkan pemisahan bisnis Magnum. Entitas baru itu akan melantai sebagai Magnum Ice Cream Company.

L’Oreal turut turun 1,6 persen setelah perusahaan Prancis tersebut menyatakan akan meningkatkan kepemilikan di perusahaan perawatan kulit Swiss, Galderma, menjadi 20 persen.

Sebaliknya, saham industri dan kesehatan masing-masing naik 0,1 persen sehingga menahan pelemahan lebih jauh.

Investor memulai pekan dengan sikap berhati-hati menjelang pertemuan The Fed, di mana bank sentral AS diperkirakan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Pasar global telah mencatat kenaikan dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, setelah komentar dovish dari sejumlah pejabat dan rilis data tertunda yang menunjukkan pelemahan ekonomi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait