Makro 14 May 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

The Fed Masuk Babak Baru, Trump Dorong Suku Bunga Turun saat Inflasi Masih Tinggi

Kevin Warsh diproyeksi pimpin The Fed saat inflasi AS memanas dan Trump terus menekan penurunan suku bunga.

The Fed memasuki babak baru di bawah Kevin Warsh saat inflasi AS naik dan Trump mendorong suku bunga lebih rendah.

The Fed memasuki babak baru di bawah Kevin Warsh saat inflasi AS naik dan Trump mendorong suku bunga lebih rendah. Foto: Pool via SCMP.
The Fed memasuki babak baru di bawah Kevin Warsh saat inflasi AS naik dan Trump mendorong suku bunga lebih rendah. Foto: Pool via SCMP.

KABARBURSA.COM — Bank sentral Amerika Serikat memasuki fase baru di tengah tekanan inflasi yang kembali memanas. Senat Amerika Serikat diperkirakan akan mengesahkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pekan ini.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 14 Mei 2026, penunjukkan  Warsh datang di saat situasi ekonomi AS sedang tidak sederhana. Inflasi kembali naik, harga minyak terdorong konflik Iran, sementara Presiden Donald Trump terus mendesak penurunan suku bunga untuk menopang ekonomi.

Kondisi ini membuat posisi The Fed semakin rumit. Di satu sisi, tekanan politik agar suku bunga diturunkan semakin besar. Namun di sisi lain, data inflasi justru bergerak menjauh dari target bank sentral.

Laporan terbaru Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga produsen naik 6 persen pada April 2026 dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menjadi laju tercepat sejak Desember 2022, saat The Fed masih agresif menaikkan suku bunga untuk menahan lonjakan harga.

Sementara itu, indeks inflasi konsumsi Personal Consumption Expenditures diperkirakan naik menjadi 3,8 persen, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

Situasi ini memicu perdebatan di internal bank sentral. Sejumlah pejabat The Fed mulai membuka kemungkinan kenaikan suku bunga kembali, terutama karena inflasi dianggap tidak lagi hanya dipicu tarif impor dan lonjakan energi akibat perang Iran.

Pasar keuangan pun mulai mengubah ekspektasi. Jika sebelumnya ada harapan pemangkasan bunga tahun ini, kini pasar justru memperkirakan suku bunga tetap bertahan di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen sepanjang tahun, bahkan membuka peluang kenaikan bunga pada awal tahun depan.

Di tengah kondisi tersebut, Kevin Warsh diperkirakan akan langsung memimpin rapat Federal Reserve pada 16 hingga 17 Juni mendatang.

Warsh bukan sosok baru di The Fed. Ia pernah menjadi gubernur bank sentral saat era Ben Bernanke. Namun kali ini tantangannya jauh lebih kompleks karena harus menghadapi tekanan politik yang lebih terbuka dari Gedung Putih.

Trump secara terbuka ingin suku bunga lebih rendah dan sebelumnya beberapa kali menyerang kebijakan Jerome Powell. Bahkan, Gedung Putih sempat melakukan tekanan hukum terhadap pejabat The Fed.

Powell sendiri menyebut langkah tersebut sebagai “serangkaian serangan hukum” terhadap independensi bank sentral. Meski dianggap dekat dengan pandangan Trump soal bunga rendah, Warsh menegaskan dirinya tidak memberikan janji politik apa pun selama proses pencalonan.

Dalam sidang konfirmasi di Senat, ia justru mengatakan perdebatan keras di internal The Fed adalah hal yang sehat. “Saya menyambut pertarungan keluarga di The Fed ketika para pembuat kebijakan mencari respons moneter yang tepat terhadap kondisi ekonomi,” kata Powell.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan masih penuh tarik menarik. Inflasi belum jinak, ekonomi belum melemah, tetapi tekanan politik terhadap bank sentral terus menguat.

Di titik ini, pergantian pucuk pimpinan The Fed bukan sekadar pergantian pejabat. Ia menjadi penentu arah apakah bank sentral AS akan tetap keras melawan inflasi, atau mulai melunak di tengah tekanan politik dan perlambatan ekonomi global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait