Makro 26 Nov 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

TKDN Indonesia di Apple Cuma Secuil, Kalah Jauh dari Vietnam

TKDN Indonesia di Apple Cuma Secuil, Kalah Jauh dari Vietnam
TKDN Indonesia di Apple Cuma Secuil, Kalah Jauh dari Vietnam

Daftar Isi

  1. 01 Pemerintah Tolak Proposal Apple
  2. 02 Emiten Indonesia Suplai Timah untuk Apple

KABARBURSA.COM - PT Timah Tbk (TINS) tercatat dalam rantai pasok Apple sebagai salah satu pemasok timah. Hal ini terungkap dari daftar dokumen Smelter and Refinery rantai pasokan Apple untuk mineral per 31 Desember 2023. Keberadaan TINS menunjukkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN Indonesia telah menjadi bagian dari produk raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Namun, kontribusi TKDN Indonesia dalam produk Apple masih sangat kecil dibandingkan Vietnam. Ekonom Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengungkapkan komponen asal Indonesia hanya mencakup dua hingga empat item dalam produk Apple. Sementara itu, Vietnam telah menyuplai sekitar 70 persen komponen yang digunakan dalam produk perusahaan tersebut.

"Dari 280-320 komponen yang dibutuhkan dalam satu produk Apple, industri manufaktur di Indonesia hanya bisa mensuplai 2-4 komponen saja. Artinya sangat rendah sekali. Vietnam sudah mensuplai hingga 70 persen," kata Huda saat dihubungi KabarBursa.com, Selasa, 26 November 2024.

Huda mengatakan komponen Apple paling banyak dibuat oleh China. Ketika pabrik komponen pindah dari China, Apple akan memilih negara yang menyuplai komponen terbanyak. "Maka dari itu, Indonesia enggak dipilih untuk ditanamkan investasi manfakturnya. Bagi Apple, lebih untung investasi di Vietnam. Kadang Indonesia ini cukup aneh, minta yang tinggi tapi enggak lihat kemampuan industri dalam negeri yang masih buruk," ujarnya.

Huda menilai pemerintah tidak bisa meminta 100 persen komponen Apple berasal dari Indonesia. Minimal, kata dia, komponen-komponen kecil bisa mulai disuplai lebih masif.

"Maka kemarin ketika ada rencana investasi Apple membangun pabrik komponen, menurut saya, hal tersebut cukup bagus. Sambil kita melihat peluang pengembangan dalam negeri juga ikut terdorong," kata Huda.

Pemerintah Tolak Proposal Apple

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terkini perihal proposal investasi Apple di Indonesia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut menawarkan investasi sebesar USD100 juta atau sekitar Rp1,58 triliun (kurs Rp15.800) untuk jangka waktu dua tahun.

Namun, Agus menyatakan tawaran tersebut belum memenuhi asas keadilan. Meski begitu, pemerintah belum secara tegas menolak proposal tersebut. “USD100 juta berdasarkan penilaian teknokratis tidak memenuhi empat asas keadilan,” kata Agus di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin, 25 November 2024.

Ada empat asas keadilan yang dimaksud, yaitu mencakup perbandingan investasi Apple di negara-negara lain, di mana saat ini Apple belum memiliki fasilitas produksi atau pabrik di Indonesia. Asas keadilan lainnya yaitu perbandingan nilai investasi perusahaan handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) lain di Indonesia.

“Ketiga, nilai tambah serta penerimaan negara. Dan, terakhir, dampak penciptaan lapangan kerja di Indonesia,” kata Agus.

Berdasarkan hasil rapat, Kemenperin meminta Apple untuk meningkatkan nilai investasinya agar memenuhi keempat aspek tersebut. Agus juga mengingatkan agar Apple melunasi komitmen investasi yang masih tersisa hingga akhir 2023 sebesar USD10 juta atau sekitar Rp158 miliar.

Komitmen ini terpisah dari pembahasan proposal investasi baru untuk periode 2024-2026. Proposal baru ini berisi tentang kewajiban Apple untuk mendapatkan sertifikat TKDN. Apple diharuskan mengajukan proposal investasi setiap tiga tahun sebagai bagian dari skema inovasi yang mereka pilih untuk memperoleh sertifikat TKDN.

Agus mengatakan, Dirjen ILMATE Kemenperin akan segera memanggil Apple guna membahas penyelesaian komitmen investasi 2023 serta negosiasi proposal baru. Politikus Partai Golksr ini menegaskan, Apple disarankan untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia agar tidak perlu terus mengajukan proposal investasi tiga tahunan.

Selain itu, Kemenperin mulai meninjau ulang Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 tentang Penghitungan TKDN untuk perangkat HKT. Revisi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri HKT saat ini dan memastikan prinsip keadilan investasi dapat ditegakkan.

Emiten Indonesia Suplai Timah untuk Apple

Dalam laporan Smelter and Refinery, Apple mengedepankan bahan baku yang ramah lingkungan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia dan hak asasi manusia (HAM). ”Apple berkomitmen untuk menetapkan standar tertinggi dalam hal pengadaan bahan yang digunakan dalam produk kami secara bertanggung jawab,” tulis laporan tersebut.

Di samping itu, Apple juga mengusung program pengadaan bahan bertanggung jawab, di mana ketetapan standar pemasok untuk pengadaan berbagai bahan yang ditemukan dalam produk Apple ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

“Tujuan kami adalah untuk suatu hari nanti hanya menggunakan bahan daur ulang dan terbarukan dalam produk dan kemasan kami. Sementara kami berupaya mencapai tujuan ini, kami terus mencari sumber mineral secara bertanggung jawab dengan melakukan uji tuntas lingkungan dan hak asasi manusia dalam rantai pasokan kami, mempertimbangkan dampak hak asasi manusia pada masyarakat sekitar, dan mendorong peluang untuk kemajuan di seluruh industri dalam mencari sumber mineral yang bertanggung jawab,” terang laporan tersebut.

Hal itu juga berlaku bagi seluruh rantai pasokan Apple, di mana produksi mengedepankan alat yang komprehensif untuk mendorong kemajuan dalam mengejar tujuan tersebut. 100 persen peleburan dan pemurnian timah, tantalum, tungsten, emas, kobalt, dan litium yang teridentifikasi juga telah melalui audit pihak ketiga.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait