Makro 02 Nov 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Transformasi Keuangan Digital Harus Jadi Sarana Perluas Akses dan Kesempatan

Transformasi keuangan digital harus menjadi sarana untuk memperluas akses dan kesempatan, bukan menciptakan kesenjangan baru.

Transformasi keuangan digital harus menjadi sarana untuk memperluas akses dan kesempatan, bukan menciptakan kesenjangan baru.

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. (Foto: dok KabarBursa,com)
Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. (Foto: dok KabarBursa,com)

KABARBURSA.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan transformasi keuangan digital harus mendorong inklusi dan memperluas kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (KE IAKD) OJK Hasan Fawzi mengatakan transformasi keuangan digital harus menjadi sarana untuk memperluas akses dan kesempatan, bukan menciptakan kesenjangan baru.

"OJK berkomitmen memastikan setiap inovasi berjalan secara bertanggung jawab, beretika, dan berkelanjutan," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 2 November 2025.

Hasan juga menambahkan bahwa OJK akan terus menjaga keseimbangan antara dorongan terhadap inovasi dengan mitigasi risiko yang mungkin timbul, serta memperkuat pelindungan konsumen.

“Kami di OJK akan terus hadir dan menjaga keseimbangan antara inovasi di satu sisi dengan kemampuan memitigasi risiko-risiko yang mungkin ditimbulkan, antara terus mendorong pertumbuhan dengan menghadirkan pelindungan terhadap konsumen dan nasabah tanpa kompromi," ungkapnya

Sementara itu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya sinergi, inovasi, dan akselerasi sebagai tiga kunci utama dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

“Tanpa sinergi maka kita tidak akan bisa mencapai tujuan digitalisasi secara optimal. Tanpa inovasi kita juga tidak akan mencapai sasaran dari digitalisasi secara tepat. Dan yang ketiga adalah akselerasi transformasi ekonomi," jelas Destry.

Destry juga menyoroti bahwa digitalisasi di sektor keuangan tidak dapat dilakukan secara terpisah dan menegaskan pentingnya power of we sebagai filosofi kolaborasi dalam inovasi.

“Di pasar uang, walaupun mandatnya adalah Bank Indonesia, tapi dalam meningkatkan pasar uang kita, gak mungkin Bank Indonesia jalan sendiri. Bank Indonesia bersama-sama dengan OJK dan industri membangun infrastruktur bersama," kata Destry.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait