Makro 12 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Trump Bicara Soal Tanker Kosong, Minyak AS Mendadak Diburu

Pernyataan Trump soal arus tanker muncul di tengah penutupan Selat Hormuz, harga minyak AS kini diperdagangkan premium dibanding Brent.

Minyak AS jadi incaran saat Hormuz terganggu. Harga WTI kini premium, pasar tunggu hasil negosiasi AS-Iran.

Presiden AS Donald Trump mengklaim banyak kapal tanker yang sedang menuju negaranya untuk membeli minyak. (foto: ANI)
Presiden AS Donald Trump mengklaim banyak kapal tanker yang sedang menuju negaranya untuk membeli minyak. (foto: ANI)

Daftar Isi

  1. 01 Pertemuan Islamabad Fokus Utama
  2. 02 AS Mulai Ambil Peran Pemasok Minyak Utama

KABARBURSA.COM – Di tengah pasar global yang masih bergerak dalam ketidakpastian, pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru membuka kabar menarik dalam dinamika energi dunia. 

Pernyataan soal “gelombang tanker kosong” yang menuju Amerika Serikat muncul di saat pasokan global terganggu dan jalur distribusi utama belum sepenuhnya pulih.

Trump menyebut kapal tanker dalam jumlah besar sedang bergerak menuju AS untuk mengangkut minyak dan gas. Pernyataan ini datang ketika Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi global, masih berada dalam kondisi terbatas. 

Data harga menunjukkan dampak langsung dari situasi ini. Minyak mentah AS (WTI) ditutup di level USD96,57 per barel, sedikit di atas Brent yang berada di USD95,20. Posisi ini mencerminkan kondisi yang tidak biasa, di mana minyak AS diperdagangkan dengan premi terhadap acuan global. 

Perubahan struktur harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap pasokan yang dianggap lebih stabil di tengah gangguan distribusi global.

Dalam konteks tersebut, Amerika Serikat muncul sebagai salah satu sumber pasokan alternatif. Produksi domestik yang meningkat dalam satu dekade terakhir menjadi faktor yang memperkuat posisi ini. 

Ketika jalur distribusi global terganggu, pasokan yang berada di luar wilayah konflik menjadi lebih dicari, menciptakan tekanan permintaan yang berbeda dibandingkan kondisi normal.

Pertemuan Islamabad Fokus Utama

Namun, di balik narasi pengalihan arus tanker tersebut, perhatian pasar tetap tertuju pada proses negosiasi yang sedang berlangsung. Pertemuan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Islamabad menjadi titik yang lebih menentukan arah jangka pendek. 

Pasar tidak hanya melihat kondisi saat ini, tetapi juga menunggu apakah jalur distribusi energi akan kembali terbuka atau tetap terganggu dalam waktu yang lebih panjang.

Ketidakpastian ini membentuk dua lapisan sentimen yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, gangguan pasokan mendorong harga dan permintaan terhadap minyak alternatif. Di sisi lain, harapan terhadap kesepakatan damai menahan pergerakan pasar agar tidak bergerak terlalu jauh dalam satu arah.

Pandangan pelaku pasar menunjukkan fokus yang serupa. Meskipun narasi tentang pergeseran arus tanker menarik perhatian, investor global masih menempatkan hasil pembicaraan sebagai faktor utama. 

Setiap perkembangan dalam negosiasi berpotensi langsung mengubah arah harga, mengingat dampaknya terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz.

AS Mulai Ambil Peran Pemasok Minyak Utama

Dalam kondisi ini, pasar energi tidak bergerak dalam pola yang stabil. Harga mencerminkan gangguan yang sedang berlangsung, sementara ekspektasi dibentuk oleh kemungkinan perubahan yang belum terjadi. 

Dari sisi pasokan, Amerika Serikat mulai mengambil peran yang lebih besar, namun dari sisi sentimen, arah tetap ditentukan oleh perkembangan geopolitik.

Sepanjang periode ini, pergerakan minyak tidak hanya ditentukan oleh keseimbangan supply-demand konvensional, tetapi juga oleh perubahan jalur distribusi dan risiko geopolitik yang melekat di dalamnya. 

Kombinasi ini menciptakan struktur pasar yang lebih kompleks, di mana setiap pernyataan, pergerakan tanker, hingga hasil negosiasi dapat langsung memicu respons harga dalam waktu singkat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait