Makro 15 Mar 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Trump Desak Sekutu Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Ancam Balas Serangan

Trump meminta negara sekutu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk menjaga jalur minyak dunia tetap aman di tengah ancaman balasan Iran.

Trump mendesak sekutu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz setelah Iran mengancam balas serangan AS dan Israel yang memicu krisis energi global.

Trump mendesak sekutu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz setelah Iran mengancam balas serangan AS dan Israel yang memicu krisis energi global. Foto: IG @whitehouse
Trump mendesak sekutu mengirim kapal perang ke Selat Hormuz setelah Iran mengancam balas serangan AS dan Israel yang memicu krisis energi global. Foto: IG @whitehouse

KABARBURSA.COM — Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah sejumlah negara melaporkan serangan rudal dan drone pada Minggu. Serangan itu terjadi setelah Iran mengancam akan memperluas operasi militernya serta meminta evakuasi dari tiga pelabuhan besar di Uni Emirat Arab.

Bahrain, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan tengah berupaya mencegat proyektil yang masuk ke wilayah mereka. Peringatan tersebut muncul sehari setelah Iran menyerukan evakuasi pelabuhan di Uni Emirat Arab dan untuk pertama kalinya mengancam aset non militer milik negara tetangga.

Serangan Iran ke wilayah Teluk merupakan bagian dari perang yang lebih luas dengan Amerika Serikat dan Israel yang kini memasuki pekan ketiga. Sebelumnya Iran menuduh Amerika Serikat menggunakan pelabuhan, dermaga dan lokasi persembunyian di Uni Emirat Arab untuk melancarkan serangan ke Pulau Kharg. Pulau tersebut merupakan lokasi terminal utama ekspor minyak Iran.

Namun tuduhan itu tidak disertai bukti. Pemerintah Uni Emirat Arab dan sejumlah negara Teluk lain yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat membantah bahwa wilayah darat maupun udara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Serangan yang terjadi di kawasan Teluk dilaporkan telah menewaskan sedikitnya belasan warga sipil. Sebagian besar korban merupakan pekerja migran.

Sementara itu setidaknya 13 personel militer Amerika Serikat tewas sejak konflik pecah. Tujuh di antaranya gugur dalam pertempuran, sedangkan enam lainnya meninggal dalam kecelakaan pesawat militer di Irak pada pekan lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya berharap negara sekutu mengirim kapal perang untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. “Saya berharap negara sekutu mengirim kapal perang untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan aman,” kata Trump, dikutip dari AP, Ahad, 15 Maret 2026.

Di sisi lain krisis kemanusiaan di Lebanon juga semakin memburuk. Lebih dari 800 orang dilaporkan tewas dan sekitar 850.000 penduduk terpaksa mengungsi setelah Israel melancarkan serangan terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan serangan Amerika Serikat terhadap Pulau Kharg dan Pulau Abu Musa dilancarkan dari dua lokasi di Uni Emirat Arab, yakni Ras Al Khaimah dan wilayah yang disebutnya sangat dekat dengan Dubai. Ia menyebut situasi tersebut berbahaya dan menegaskan Iran akan berusaha menghindari serangan di wilayah yang berpenduduk.

“Iran akan berusaha berhati hati agar tidak menyerang wilayah yang dihuni penduduk di sana,” ujar Araghchi.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan tidak memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut. Sementara penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab Anwar Gargash menolak tuduhan bahwa Amerika Serikat menggunakan wilayah negaranya sebagai pangkalan serangan terhadap Iran.

Selama konflik berlangsung Iran telah meluncurkan ratusan rudal dan drone ke negara negara Teluk Arab. Teheran menyatakan serangan tersebut menargetkan aset milik Amerika Serikat, meski beberapa di antaranya dilaporkan mengenai atau hampir mengenai fasilitas sipil seperti bandara dan ladang minyak. Araghchi menegaskan penutupan Selat Hormuz hanya ditujukan bagi pihak yang menyerang Iran beserta sekutunya.

“Selat Hormuz ditutup hanya bagi mereka yang menyerang kami dan sekutunya,” katanya.

Kekhawatiran global terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia juga meningkat. Dalam situasi itu Trump kembali menyerukan agar sekutu Amerika Serikat ikut menjaga keamanan jalur energi utama dunia tersebut. Ia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris dan negara lain mengirim kapal perang untuk menjaga jalur pelayaran tetap aman.

Menanggapi hal itu pemerintah Inggris menyatakan tengah membahas berbagai opsi bersama negara sekutu untuk mengamankan jalur pelayaran. Araghchi melalui unggahan di media sosial juga mendesak negara negara tetangga Iran agar mengusir pasukan asing yang disebutnya sebagai agresor. Ia bahkan menyebut seruan Trump untuk mengirim kapal perang sebagai bentuk permohonan.

Sementara itu komando militer gabungan Iran kembali menegaskan ancaman untuk menyerang infrastruktur minyak, ekonomi dan energi yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan jika fasilitas minyak Iran menjadi target serangan.

Kantor berita semi resmi Iran Fars melaporkan serangan di Pulau Kharg tidak menimbulkan kerusakan terhadap infrastruktur minyak. Serangan tersebut disebut menargetkan fasilitas pertahanan udara, pangkalan angkatan laut, menara pengawas bandara serta hanggar helikopter milik perusahaan minyak lepas pantai.

Di sisi lain Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan identitas enam personel militer yang tewas dalam kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar militer yang jatuh saat mendukung operasi melawan Iran. Pesawat tersebut jatuh di wilayah Irak bagian barat setelah terjadi insiden yang melibatkan dua pesawat di wilayah udara yang disebut sebagai wilayah aman bagi pasukan sendiri.

Satu pesawat lainnya dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat. Di Baghdad sebuah rudal juga menghantam area helipad di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Sabtu. Tidak ada pihak yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kompleks kedutaan tersebut merupakan salah satu fasilitas diplomatik terbesar milik Amerika Serikat di dunia dan selama ini kerap menjadi sasaran serangan roket maupun drone dari kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kembali memperingatkan warganya di Irak agar segera meninggalkan negara itu.

Pemerintah Amerika Serikat juga menegaskan kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran kemungkinan akan terus menargetkan warga negara Amerika, kepentingan Amerika serta infrastruktur yang terkait dengan negara tersebut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait