Makro 10 Mar 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Trump Melunak, AS Beri Pengecualian Minyak Rusia untuk India

Washington menekankan bahwa keputusan terkait India memiliki batasan yang sangat ketat

Amerika Serikat (AS) memberi sinyal kepada para mitranya di Kelompok Tujuh atau Group of Seven (G7) bahwa kebijakan pelonggaran sanksi terhadap minyak Rusia

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Memberikan Pengumuman soal Sanksi Rusia terhadap kebijakan Impor Minyak. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Memberikan Pengumuman soal Sanksi Rusia terhadap kebijakan Impor Minyak. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Amerika Serikat (AS) memberi sinyal kepada para mitranya di Kelompok Tujuh atau Group of Seven (G7) bahwa kebijakan pelonggaran sanksi terhadap minyak Rusia hanya bersifat sementara. Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga energi global yang dipicu eskalasi konflik di Iran. 

Penjelasan itu disampaikan dalam pembicaraan telepon para menteri keuangan G7. Pertemuan tersebut berlangsung tidak lama setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan pengecualian kepada India untuk membeli minyak Rusia yang sebelumnya tertahan di laut akibat sanksi. 

Dalam diskusi tersebut, Washington menekankan bahwa keputusan terkait India memiliki batasan yang sangat ketat. Baik dari sisi durasi maupun ruang lingkup kebijakan, langkah itu disebut bersifat terbatas dan tidak dimaksudkan sebagai perubahan permanen terhadap rezim sanksi yang berlaku. 

Komisioner Ekonomi Uni Eropa, Valdis Dombrovskis, yang turut mengikuti pembicaraan itu, menjelaskan bahwa Amerika Serikat menilai kebijakan tersebut tidak akan memberi dampak signifikan terhadap pendapatan minyak Rusia. Pernyataan itu ia sampaikan kepada media dalam konferensi pers pada Senin malam. Seperti dikutip bloomberg di Jakarta, Selas

Meski demikian, keputusan memberikan pengecualian kepada India sempat memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Eropa. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi menandakan pelonggaran tekanan terhadap Moskow, tepat ketika perekonomian Rusia menunjukkan indikasi tekanan yang semakin nyata akibat sanksi internasional.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga sempat mengisyaratkan kemungkinan langkah lanjutan, termasuk potensi pencabutan sanksi tambahan terhadap sebagian pasokan minyak Rusia guna menambah pasokan energi global. 

Kendati demikian, Dombrovskis menegaskan bahwa secara umum posisi Amerika Serikat masih sejalan dengan sikap negara-negara Eropa yang ingin mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Rusia. Hal ini tetap dilakukan meskipun konflik Iran telah memicu lonjakan harga minyak dan gas di pasar internasional.

Pada awal tahun ini, pendapatan minyak Rusia sempat merosot tajam akibat melemahnya harga global serta sanksi yang memaksa minyak mentah negara tersebut dijual dengan diskon besar di pasar internasional. Namun kondisi pasar kini berubah.

Harga minyak dunia kembali melonjak dan bahkan mencapai level tertinggi sejak Rusia melancarkan invasi berskala penuh ke Ukraina. Situasi ini membuka peluang bagi Moskow untuk kembali meningkatkan penerimaan dari sektor energi.

Dalam konteks tersebut, Dombrovskis menegaskan pentingnya menjaga konsistensi tekanan terhadap Rusia. Menurutnya, negara-negara Barat tidak boleh secara tidak sengaja membantu Moskow memperkuat pembiayaan perang melalui kenaikan harga minyak dan gas di pasar global.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait