Makro 13 Mar 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Trump Tekan The Fed Pangkas Suku Bunga, Lonjakan Minyak bikin Investor Ragu

Donald Trump mendesak The Fed segera memangkas suku bunga, tetapi lonjakan harga minyak akibat konflik Iran membuat investor meragukan langkah itu.

Trump mendesak The Fed menurunkan suku bunga. Namun lonjakan harga minyak akibat konflik Iran membuat investor meragukan pemangkasan tahun ini.

Trump mendesak The Fed menurunkan suku bunga. Namun lonjakan harga minyak akibat konflik Iran membuat investor meragukan pemangkasan tahun ini. Foto: IG @potus
Trump mendesak The Fed menurunkan suku bunga. Namun lonjakan harga minyak akibat konflik Iran membuat investor meragukan pemangkasan tahun ini. Foto: IG @potus

KABARBURSA.COM — Lonjakan harga minyak dunia di tengah meningkatnya konflik Iran kembali memicu tekanan politik terhadap bank sentral Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Ketua Federal Reserve Jerome Powell agar segera menurunkan suku bunga untuk meredam dampak ekonomi dari gejolak energi global.

Trump menyampaikan tuntutan tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Kamis, kemarin.

“Dia seharusnya menurunkan suku bunga segera,” tulis Trump, dikutip dari Reuters, Jumat, 13 Maret 2026.

Permintaan itu muncul ketika harga minyak melonjak tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Situasi geopolitik yang memanas mendorong kekhawatiran pasar bahwa lonjakan harga energi akan memperburuk inflasi di Amerika Serikat.

Akibatnya pelaku pasar mulai mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed. Sebelum konflik pecah, kontrak berjangka suku bunga memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga dua kali hingga akhir tahun.

Namun setelah harga minyak melonjak, ekspektasi tersebut menyusut. Saat ini pasar hanya memperkirakan kemungkinan satu kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun.

Perubahan ekspektasi itu terjadi meskipun Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve yang dikenal lebih mendukung penurunan suku bunga, diperkirakan akan menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral pada pertengahan Mei ketika masa jabatan Powell berakhir.

Di sisi lain ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei menyatakan akan mempertahankan penutupan Selat Hormuz.

Langkah tersebut berpotensi mengganggu jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang melewati selat strategis tersebut.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah West Texas Intermediate melonjak hingga USD95.70 per barel atau sekitar Rp1.617.000 per barel.

Kenaikan harga minyak diperkirakan akan memicu efek berantai terhadap perekonomian global. Harga bahan bakar yang lebih mahal berpotensi mendorong kenaikan biaya transportasi dan pada akhirnya meningkatkan harga berbagai barang konsumsi termasuk pangan.

Para analis juga memperingatkan potensi kenaikan harga pangan karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman pupuk dunia.

Analis Goldman Sachs memperkirakan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi di Amerika Serikat dapat naik hingga sekitar 2,9 persen pada Desember. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target inflasi Federal Reserve yang berada di level 2 persen.

Seiring perubahan proyeksi inflasi tersebut, Goldman Sachs juga menunda perkiraan waktu penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Jika sebelumnya diperkirakan terjadi pada Juni, kini pemangkasan suku bunga diproyeksikan baru terjadi pada September.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait