Makro 19 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Tetap Melonjak

Harga minyak Brent naik ke USD112 per barel setelah Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran

Harga minyak dunia melonjak setelah Donald Trump membatalkan serangan ke Iran. Brent naik ke USD112 per barel

Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: Pexels/Jan Zakelj)
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: Pexels/Jan Zakelj)

KABARBURSA.COM - Harga minyak ditutup meningkat pada perdagangan Senin, 19 Mei 2026 setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membatalkan rencana penyerangan ke Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent ditutup naik 2 persen ke level USD112,10 per barel. Sementara Harga minyak berjangka West Texas Intermediate AS untuk bulan Juni ke level USD108,66 per barel atau naik 3 persen.

Mengutip CNBC Internasional, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) memberitahunya bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlansung dengan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima AS.

Kendati demmikan, Trump menyatakan dia telah meminta Pentagon untuk tetap bersiap melancarkan serangan besar-besaran ke Iran kapan saja jika kesehatan yang diterima tidak tercapai.

Di sisi lain Badan Enegeri Internasional (IEA) dalam keterangan bulanan terbarunya memperingatkan bahwa persediaan minyak global mulai menipis imbas penutupan Selat Hormuz.

“Penyimpanan cadangan yang cepat di tengah gangguan yang berkelanjutan, dapat menandai lonjakan harga di masa mendatang,” kata IEA dikutip dari CNBC. 

Bank asal Swiss, UBS menyampaikan jika permintaan minyak tetap sama dari bulan ke bulan,  persediaan minyak akan mendekati titik terendah sepanjang masa sebesar 7,6 miliar barel pada akhir Mei.

Jeff Currie, wakil ketua eksekutif di Abaxx Commodity Exchange menyebut ketakutan pasokan minyak seiring menipisnya komoditas tersebut.

“Siapa pun yang terjun langsung ke bisnis ini akan mengatakan bahwa ini buruk,” kata Currie kepada “Squawk Box Europe” CNBC.

"Bukan harga minyak yang penting di sini, melainkan ketersediaan minyak. Belum ada kekurangan minyak secara fisik .Kita bisa mencapai titik itu di Eropa pada akhir bulan ini.” tambah dia. (*) 



 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait