Makro 17 Nov 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

ULN Indonesia Turun Jadi USD424,4 Miliar pada Triwulan III 2025

Pada triwulan III 2025, ULN pemerintah mencapai USD210,1 miliar, tumbuh 2,9 persen

Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2025 tercatat melemah menjadi USD424,4 miliar

Ilustrasi Utang Luar Negeri. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Utang Luar Negeri. Foto: Dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 ULN Indonesia pada Agustus 2025
  2. 02 Perlambatan Aliran Modal Asing
  3. 03 ULN Swasta: Kontraksi Lebih Dalam

KABARBURSA.COM - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2025 tercatat melemah menjadi USD424,4 miliar dari USD432,3 miliar sebelumnya. Secara tahunan, angka tersebut merosot 0,6 persen, dipengaruhi perlambatan ULN pemerintah serta susutnya ULN sektor swasta.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkap bahwa kinerja ULN pemerintah juga mengalami penurunan laju.

“Pertumbuhan ULN pemerintah melemah seiring meredanya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) akibat ketidakpastian global,” papar Ramdan dalam pernyataan resmi, Senin 17 November 2025.

Pada triwulan III 2025, ULN pemerintah mencapai USD210,1 miliar, tumbuh 2,9 persen—lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Ramdan menegaskan bahwa pengelolaan ULN dilakukan secara penuh kehati-hatian dan tetap diprioritaskan untuk mendukung agenda pembangunan utama.

ULN Indonesia pada Agustus 2025 

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2025 tercatat sebesar USD431,9 miliar, tumbuh 2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski bertambah, laju kenaikan ini menunjukkan tren perlambatan dibandingkan pertumbuhan 4,2 persen yoy pada Juli 2025.

Perlambatan tersebut mencerminkan melemahnya penambahan utang di sektor pemerintah dan swasta. Menurut Bank Indonesia (BI), kinerja ULN bulan ini turut terpengaruh kondisi eksternal yang tidak pasti, khususnya di pasar keuangan global.

Perlambatan Aliran Modal Asing

Pada segmen pemerintah, posisi utang luar negeri mencapai USD213,9 miliar atau tumbuh 6,7 persen yoy, melambat dibandingkan dengan 9 persen yoy pada bulan sebelumnya. BI mencatat, penurunan aliran dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) menjadi faktor utama. Ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi suku bunga global turut menekan minat investor terhadap aset-aset berbasis rupiah.

Kendati demikian, pemerintah tetap menjaga pengelolaan utang luar negeri dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas. Arah pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung program prioritas nasional, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendanai proyek-proyek pembangunan strategis.

"Pemerintah konsisten mengelola ULN secara terukur dan bertanggung jawab," ujar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam pernyataan resminya, Rabu 15 Oktober 2025.

ULN Swasta: Kontraksi Lebih Dalam

Di sisi lain, sektor swasta mencatatkan penurunan ULN ke posisi USD194,2 miliar, terkontraksi 1,1 persen yoy. Angka ini lebih dalam dibanding kontraksi 0,2 persen yoy pada Juli 2025. Pelemahan ini terjadi seiring penurunan utang di kalangan perusahaan non-keuangan sebesar 1,6 persen, serta perlambatan utang lembaga keuangan yang hanya tumbuh 0,8 persen yoy.

Kondisi ini menunjukkan kehati-hatian sektor swasta dalam mengambil pembiayaan eksternal, di tengah dinamika global yang makin sulit diprediksi.

Meski dinamika ULN mengalami tekanan, struktur utang luar negeri Indonesia dinilai tetap sehat. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 30 persen, stabil dibandingkan bulan sebelumnya (29,9 persen). Yang lebih melegakan, 85,9 persen dari total ULN merupakan utang jangka panjang, yang lebih tahan terhadap gejolak pasar jangka pendek.

Stabilitas struktur ini menjadi penopang utama ketahanan sektor eksternal Indonesia, di tengah sorotan global terhadap ketergantungan pada pembiayaan luar negeri.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait