Makro 24 Sep 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Wall Street Ditutup Koreksi, Nasdaq Pimpin Penurunan

Nasdaq memimpin penurunan, dengan saham Nvidia (NVDA.O) turun 2,8 persen setelah naik pada sesi sebelumnya.

Nasdaq memimpin penurunan, dengan saham Nvidia (NVDA.O) turun 2,8 persen setelah naik pada sesi sebelumnya.

Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

Daftar Isi

  1. 01 Perkiraan Suku Bunga The Fed Turun

KABARBURSA.COM -  Pasar saham Amerika Serikat ditutup koreksi pada perdagangan Selasa, 23 September 2025. Pelemahan ini terjadi karena Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell mengatakan bank sentral AS perlu menyeimbangkan kekhawatiran inflasi dengan melemahnya pasar kerja dalam keputusan suku bunga mendatang.

Nasdaq memimpin penurunan, dengan saham Nvidia (NVDA.O) turun 2,8 persen setelah naik pada sesi sebelumnya. Indeks Dow Jones (.DJI),  juga melemah 88,76 poin atau 0,19 persen, menjadi 46.292,78,

Hal serupa juga dialami indeks S&P 500 (.SPX) yang menurun 36,83 poin atau 0,55 persen, menjadi 6.656,92. Sementara itu Nasdaq Composite (.IXIC), kehilangan 215,50 poin atau 0,95 persen, menjadi 22.573,47.

Di sisi lain, saham Micron Technology (MU.O) naik 0,7 persen karena perusahaan melaporkan hasil dan memberikan proyeksi yang optimis. Saham ditutup naik 1,1 persen pada sesi reguler.

Jumlah saham yang menurun melebihi jumlah saham yang naik dengan rasio 1,12 banding 1 di NYSE. Tercatat 561 harga tertinggi baru dan 86 harga terendah baru di NYSE.

Di Nasdaq, 1.786 saham naik dan 2.871 saham turun karena jumlah saham yang menurun melebihi jumlah saham yang naik dengan rasio 1,61 banding 1.

Volume di bursa AS sebesar 18,89 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 17,66 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Perkiraan Suku Bunga The Fed Turun

Dalam komentarnya hari Selasa, Powell tidak memberikan petunjuk apa pun tentang perkirakan pemangkasan selanjutnya suku bunga The Fed.

Diketahui pada pekan lalu, The Fed memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini dan mengindikasikan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut.

"Peristiwa penting hari ini adalah pidato Powell. Ia agak dovish, tetapi juga menunjukkan kehati-hatian, dan itu menunjukkan bahwa meskipun ia membuka peluang untuk penurunan suku bunga berikutnya, sebenarnya tidak ada indikasi kapan dan seberapa besar penurunan suku bunga berikutnya," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Rekan-rekan Powell sebelumnya memberikan komentar di kedua sisi argumen kebijakan tersebut. Wakil Ketua Pengawasan The Fed, Michelle Bowman, mengatakan bahwa The Fed dapat meredam kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus dan perlu berkomitmen untuk memangkas suku bunga guna mendukung pasar kerja.

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait