Makro 17 Sep 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Wall Street Ditutup Melemah Jelang Keputusan The Fed

Pelemahan Wall Street terjadi karena meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pemotongan suku bunga dari Federal Reserve

Sebagian besar investor masih memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin

Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons

KABARBURSA.COM- Tiga indeks saham utama Wall Street ditutup melemah pada perdgangan Selasa, 16 September 2025 atau Rabu, 17 September 2025 pagi WIB.

Dow Jones (DJI) turun 125,55 poin, atau 0,27 persen menjadi 45.757,90. S&P 500 (SPX) menyusut 8,52 poin, atau 0,13 persen, ke level 6.606,76, dan Nasdaq Composite (IXIC) melemah 14,79 poin, atau 0,07 persen menjadi 22.333,96.


Pelemahan Wall Street terjadi karena meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pemotongan suku bunga dari Federal Reserve atau The Fed pada pekan ini.

Mengutip Reuters, sebagian besar investor masih memperkirakan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin. Hal ini dikarenakan respon untuk memberi keseimbangan merosotnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Data baru-baru ini menunjukkan bahwa penjualan ritel AS meningkat lebih besar dari yang diharapkan pada bulan Agustus, tetapi hal itu tidak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga.

Ahli strategi investasi di Baird Private Wealth Management, Ross Mayfield mengatakan data ekonomi yang tangguh apa pun hanya akan menegaskan kembali sikap agresif terhadap Federal Open Market Committee (FOMC)

"Dan dapat memberikan sedikit dorongan bagi Ketua Fed, Jerome Powell untuk tampil sedikit lebih agresif daripada yang diharapkan pasar," ujar dia.

Sementara itu indeks CBOE (VIX) mengalami kenaikan ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu menjadi 16,04 poin.

Dua saham yakni UNH.N dan NVDA.O ditutup koreksi masing-masing sebesar 2,3 persen dan 1,6 persen. Saham NVDA turun setelah Reuters melaporkan melemahnya permintaan chip AI terbaru di China.

Adapun S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin setelah keduanya mencapai rekor intraday dalam beberapa sesi.

S&P 500 mencatat 15 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan 13 titik terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 89 titik tertinggi baru dan 58 titik terendah baru.

Di Nasdaq, jumlah saham naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,01 banding 1.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait