Makro 16 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Wall Street Labil Jelang Rilis Data Ekonomi

Pelaku pasar memilih bersikap defensif di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan dan data kunci pekan ini.

Wall Street bergerak tidak stabil saat investor bersiap menghadapi rilis data tenaga kerja dan inflasi AS pekan ini.

Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM – Indeks utama Wall Street bergerak melemah dalam perdagangan yang berfluktuasi pada Senin, 15 Desember 2025, ketika investor bersiap menghadapi rangkaian data ekonomi penting pekan ini. 

Ini juga dilakukan sambil mencermati laporan terkait kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) dan pernyataan pejabat bank sentral untuk mencari petunjuk arah suku bunga.

Data nonfarm payroll untuk Oktober dan November dijadwalkan rilis pekan ini, bersamaan dengan laporan penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan inflasi. Data ketenagakerjaan Oktober sebelumnya tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan pada kuartal ini.

“Pasar hari ini masih kesulitan mencari pemimpin pergerakan, terutama karena investor tidak ingin menaruh semua taruhan pada sektor AI dan belum banyak data yang tersedia,” kata Carol Schleif, Chief Investment Officer (CIO) BMO Family Office. 

“Pelaku pasar cenderung menahan napas menjelang rilis data tenaga kerja pekan ini dan apakah data tersebut mendukung pemangkasan suku bunga lanjutan,” sambung Schleif.

S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari tiga pekan pada Jumat, di tengah kekhawatiran terhadap inflasi dan investasi kecerdasan buatan yang didorong oleh utang.

Pelaku pasar juga mencermati laporan yang menyebut pencalonan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed mendapat penolakan dari sejumlah pihak dekat Presiden AS Donald Trump.

Spekulasi mengenai kandidat terdepan terus berkembang seiring masa jabatan Jerome Powell yang berakhir pada Mei. Ekspektasi terhadap Ketua The Fed yang lebih dovish telah mendorong spekulasi pemangkasan suku bunga tahun depan.

Masih pada Senin, Presiden Fed New York John Williams mengatakan pemangkasan suku bunga pekan lalu menempatkan bank sentral pada posisi yang baik. Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran menilai inflasi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan dinamika keseimbangan permintaan dan pasokan.

Seperti dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 91,77 poin atau 0,19 persen ke 48.366,28. S&P 500 melemah 6,04 poin atau 0,09 persen ke 6.821,37, sedangkan Nasdaq Composite turun 73,95 poin atau 0,32 persen ke 23.121,22.

Enam dari 11 sektor di S&P 500 mencatat kenaikan, dengan sektor kesehatan menguat 1,1 persen. Saham energi menjadi penekan terbesar dengan penurunan 1,3 persen.

Di level saham individual, Tesla naik 3,7 persen setelah CEO Elon Musk mengatakan perusahaan tengah menguji layanan robotaxi tanpa pengawas keselamatan di kursi penumpang depan.

ServiceNow merosot hampir 12 persen setelah laporan menyebut perusahaan tersebut tengah melakukan pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi perusahaan rintisan keamanan siber Armis.

Saham iRobot anjlok 70 persen setelah produsen penyedot debu Roomba tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Jumlah saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 1,21 banding 1 di NYSE. Di Nasdaq, rasio saham turun terhadap naik tercatat 1,76 banding 1.

S&P 500 mencetak 26 harga tertinggi baru dalam 52 minggu dan enam harga terendah baru. Nasdaq Composite mencatat 124 harga tertinggi baru dan 178 harga terendah baru. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait