Makro 14 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Wall Street Perpanjang Reli Rekor Tertinggi, Investor Pede Pemangkasan The Fed

Bursa global cetak rekor dua hari beruntun, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan meredanya tensi dagang AS-China.

Pasar saham global mencetak rekor, ditopang prospek pemangkasan suku bunga The Fed dan sentimen positif di Wall Street.

Ilustrasi: Jalan Wall Street (Foto: PxHere)
Ilustrasi: Jalan Wall Street (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM - Bursa saham global kembali mencatat sejarah pada Rabu waktu setempat, 13 Agustus 2025, memperpanjang reli ke rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. 

Kenaikan ini tak lepas dari sentimen positif di Wall Street, di tengah keyakinan investor bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan. 

Indeks MSCI All Country World sempat menembus level 954,21 sebelum sedikit terkoreksi dan mengakhiri perdagangan dengan penguatan 0,60% di 952,83.

Di Amerika Serikat, S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor, sementara Dow Jones ditutup lebih tinggi. Dari 11 sektor di S&P 500, saham material, kesehatan, dan consumer discretionary memimpin penguatan, sedangkan sektor teknologi, consumer staples, dan komunikasi cenderung melemah.

Dorongan utama datang dari data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan lebih rendah dari perkiraan pada Juli. Angka ini memberi sinyal bahwa tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump belum berdampak signifikan pada harga konsumen. 

Pasar pun menafsirkan data ini sebagai lampu hijau bagi The Fed untuk mengambil langkah pelonggaran kebijakan moneter. Ekspektasi pemangkasan suku bunga September melonjak tajam, dengan probabilitas mencapai hampir 94 persen dibanding sekitar 57 persen sebulan sebelumnya. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menilai langkah pemangkasan setengah poin persentase bukan hal yang mustahil, menyusul revisi data ketenagakerjaan yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melemah dalam tiga bulan terakhir.

Optimisme investor kian terbantu oleh keputusan Trump menunda penerapan tarif tinggi atas impor dari China selama 90 hari. Pasar obligasi merespons positif; imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun turun 5,2 basis poin ke 3,679 persen, sementara tenor 10 tahun merosot 5,5 basis poin ke 4,238 persen. 

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap yen dan franc Swiss, sementara euro menguat tipis. Indeks dolar tergelincir ke posisi terendah dalam dua minggu terakhir.

Di pasar komoditas, harga minyak justru bergerak turun menjelang pertemuan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Minyak Brent ditutup melemah 0,74 persen di level USD 65,63 per barel, sedangkan WTI terkoreksi 0,82 persen menjadi USD 62,65 per barel. 

Sebaliknya, harga emas menguat 0,34% menjadi USD 3.356,49 per ons, mencerminkan peningkatan minat investor terhadap aset lindung nilai.

Gabungan faktor data inflasi yang jinak, prospek pelonggaran moneter, dan meredanya tensi dagang sementara, menjadi bahan bakar reli bursa dunia kali ini. 

Meski demikian, pelaku pasar tetap waspada karena arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh keputusan The Fed di September serta perkembangan politik dan ekonomi global yang terus bergerak cepat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait