Makro 13 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Wall Street Sorak-sorai, SpaceX Meledak di Hari Perdana

Wall Street ditutup menguat setelah debut spektakuler SpaceX memicu euforia investor, sementara harapan perdamaian Amerika Serikat dan Iran turut meredakan kekhawatiran pasar.

Wall Street menguat usai IPO SpaceX melonjak 19% dan harapan damai AS-Iran membangkitkan optimisme investor menjelang rapat The Fed.

SpaceX melesat sekitar 19 persen pada hari pertama perdagangan, dari harga IPO USD135 menjadi USD160,95 per saham. (Foto: KabarBursa)
SpaceX melesat sekitar 19 persen pada hari pertama perdagangan, dari harga IPO USD135 menjadi USD160,95 per saham. (Foto: KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Sinyal Kesepakatan Damai AS-Iran
  2. 02 Saham-saham Antariksa Anjlok
  3. 03 Rapat Federal Reserve

KABARBURSA.COM - Wall Street menutup perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat dengan optimis. Satu nama yang bertahun-tahun menjadi legenda di pasar privat, akhirnya resmi diperdagangkan di bursa.

SpaceX. perusahaan milik Elon Musk, langsung menjadi magnet perhatian investor global. Sahamnya melesat sekitar 19 persen pada hari pertama perdagangan, dari harga IPO USD135 menjadi USD160,95 per saham. 

Dalam hitungan jam, kapitalisasi pasarnya menembus sekitar USD2,1 triliun, dan menjadikannya salah satu perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat.

Debut tersebut langsung mengubah suasana perdagangan di Wall Street. Ribuan investor yang sebelumnya memilih menunggu, kembali masuk ke pasar. 

Dow Jones menguat 0,70 persen ke level 51.202,26, S&P 500 naik 0,50 persen menjadi 7.431,46, sementara Nasdaq bertambah 0,31 persen ke posisi 25.888,84. Bahkan, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

SpaceX memang bukan perusahaan biasa. Di dalamnya terdapat bisnis peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, hingga unit kecerdasan buatan xAI. Kombinasi bisnis masa depan itu membuat banyak investor melihat SpaceX sebagai simbol baru inovasi teknologi, menggantikan dominasi narasi kecerdasan buatan yang selama beberapa tahun terakhir dipimpin Nvidia dan perusahaan AI lainnya.

Sinyal Kesepakatan Damai AS-Iran

Euforia pasar ternyata tidak hanya datang dari IPO SpaceX. Sentimen positif juga diperkuat oleh perkembangan geopolitik yang mulai menunjukkan arah lebih baik.

Amerika Serikat dan Iran sama-sama memberikan sinyal bahwa kesepakatan damai semakin dekat. Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut rancangan proposal telah disusun dan mendapat respons positif dari kedua pihak. 

Presiden Donald Trump juga beberapa kali menyatakan optimisme bahwa perang yang berlangsung dapat segera diakhiri melalui jalur diplomasi.

Harapan perdamaian diterjemahkan pasar sebagai kabar baik. Risiko gangguan pasokan energi dinilai berkurang, sehingga tekanan terhadap harga minyak mulai mereda. Jika harga energi lebih stabil, maka ancaman inflasi juga berpotensi menurun dan peluang kenaikan suku bunga menjadi lebih kecil.

Kondisi tersebut membuat investor merasa lebih nyaman untuk kembali mengambil risiko di pasar saham.

Saham-saham Antariksa Anjlok

Di balik pesta besar SpaceX, saham Rocket Lab turun lebih dari 10 persen, Intuitive Machines melemah sekitar 13 persen, sementara Planet Labs terkoreksi hampir 9 persen. Setelah menikmati reli menjelang IPO SpaceX, sebagian investor memilih mengamankan keuntungan sehingga tekanan jual pun tidak dapat dihindari.

Pasar sedang melakukan rotasi besar-besaran. Dana yang sebelumnya tersebar di berbagai saham Antariksa, kini mengalir deras menuju SpaceX yang dianggap memiliki prospek paling menjanjikan.

Menariknya lagi, volatilitas SpaceX justru relatif terkendali pada hari pertama perdagangan. Padahal, banyak analis memperkirakan saham ini akan bergerak sangat liar mengingat tingginya antusiasme investor. 

Artinya, permintaan terhadap saham SpaceX datang bukan hanya dari investor ritel, tetapi juga institusi besar yang memiliki pandangan investasi jangka panjang.

Namun, sejumlah analis mulai mengingatkan bahwa valuasi SpaceX sudah berada di level yang sangat premium. Perusahaan itu bahkan masih mencatat kerugian tahunan lebih dari USD4 miliar, sehingga harga sahamnya dinilai lebih banyak didorong oleh ekspektasi masa depan dibandingkan fundamental saat ini.

Hal serupa terjadi pada Tesla beberapa tahun lalu. Valuasi yang tinggi sempat menjadi perdebatan sebelum akhirnya perusahaan berkembang menjadi salah satu pemain terbesar di dunia otomotif listrik. Tidak heran jika kemudian saham Tesla ikut naik sekitar 1,8 persen pada perdagangan yang sama.

Rapat Federal Reserve

Kini perhatian pasar bergeser pada rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Investor akan mencari petunjuk mengenai arah suku bunga setelah pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 55 persen hingga akhir tahun.

Untuk sementara waktu, Wall Street menikmati momentum positif tersebut. Harapan damai di Timur Tengah berhasil meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Kemunculan SpaceX sebagai raksasa baru pasar modal menciptakan cerita segar yang membangkitkan kembali selera risiko investor.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait