Makro 30 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

WIKA Beton Bukukan Pendapatan Rp677 Miliar di Kuartal I 2026

WTON mencatat laba bersih Rp1,5 miliar, ditopang diversifikasi bisnis dan dominasi kontrak dari sektor swasta.

WIKA Beton catat pendapatan Rp677 miliar dan laba Rp1,5 miliar di Q1 2026, ditopang kontrak swasta dan strategi efisiensi.

Produk WIKA Beton yang dipakai untuk sanitasi limbah di proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) di Pabrik Wika Beton Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani
Produk WIKA Beton yang dipakai untuk sanitasi limbah di proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) di Pabrik Wika Beton Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani

KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WTON mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp677 miliar  pada Kuartal I 2026 di tengah dinamika dan volatilitas industri konstruksi nasional.

Perseroan membukukan dari pendapatan usaha Rp677 miliar itu, laba bersih mencapai Rp1,5 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan WIKA Beton dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mempertahankan profitabilitas, meski sektor konstruksi masih menghadapi tekanan dari sisi permintaan maupun kompetisi harga.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry, menyebut stabilitas pendapatan ditopang oleh strategi diversifikasi lini bisnis yang efektif. Segmen produk putar menjadi kontributor terbesar dengan porsi 48,36 persen, diikuti produk non-putar sebesar 32,84 persen. 

Sementara itu, segmen konstruksi menyumbang 15,85 persen dan jasa sebesar 2,95 persen. Komposisi ini memperlihatkan fondasi bisnis yang semakin seimbang di berbagai segmen usaha.

Selain dari sisi pendapatan, WIKA Beton juga mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp919,9 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Kontrak tersebut didominasi oleh pelanggan swasta dengan kontribusi 53,61 persen, disusul kerja sama operasi atau KSO/JO sebesar 34,00 persen, BUMN 11,23 persen, serta internal grup WIKA sebesar 1,16 persen.

Dominasi sektor swasta ini menjadi sinyal menguatnya kemandirian bisnis perseroan di luar ekosistem induk usaha. Dari sisi sektor, proyek infrastruktur masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 58,72 persen. Selanjutnya diikuti sektor industri sebesar 17,49 persen, properti 12,17 persen, pertambangan 5,77 persen, kelistrikan 4,89 persen, dan energi 0,96 persen.

Harry menegaskan capaian kinerja ini tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi efisiensi dan menjaga kesehatan keuangan.

“Perolehan laba perusahaan ini menjadi bukti bahwa program efisiensi dan deleveraging yang kami jalankan telah memberikan hasil yang optimal. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan omzet, tetapi juga pada penguatan margin dan kesehatan arus kas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis. 30 April 2026.

Manajemen WIKA menilai, fokus pada penguatan margin serta disiplin dalam pengelolaan arus kas menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja tetap positif di tengah tekanan industri.

Ke depan, WIKA Beton berkomitmen untuk terus menerapkan praktik bisnis yang hijau dan berkelanjutan. Perseroan optimistis mampu menjaga momentum kinerja sepanjang tahun 2026, terutama dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara dan Badan Usaha Milik Negara.

Perusahaan berharap dapat terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat posisinya di industri beton pracetak nasional.

Sebagai informasi, WIKA Beton merupakan anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di industri beton pracetak terbesar di Indonesia.

Perseroan juga memiliki empat anak usaha, yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton, PT Wijaya Karya Krakatau Beton, PT Citra Lautan Teduh, dan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait