Market Hari Ini 09 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

10 Proyek Tambang Dunia, Emiten RI Masuk Peringkat Berapa?

10 Proyek Tambang Dunia, Emiten RI Masuk Peringkat Berapa?
10 Proyek Tambang Dunia, Emiten RI Masuk Peringkat Berapa?

KABARBURSA.COM-Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia, dengan cadangan nikel yang melimpah, merupakan produsen utama nikel di dunia. Namun, apakah proyek tambang nikel baru di Indonesia masuk dalam daftar 10 proyek tambang nikel terbesar di dunia?

Pertanyaan ini menjadi menarik karena baru-baru ini mining.com merangkum 10 proyek tambang nikel terbesar yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. Peringkat ini didasarkan pada kandungan sumber daya nikel yang tertunjuk dan terukur.

Proses peringkat ini dilakukan oleh mining.com untuk mengidentifikasi cadangan utama nikel yang dapat menjadi bagian dari peta pasokan global nikel di masa depan.

Perlu dicatat bahwa daftar ini bukan merupakan tambang yang saat ini sudah beroperasi, melainkan proyek tambang yang masih dalam tahap pengembangan. Namun, logam dasar ini mulai menjadi pusat perhatian sebagai bahan baku utama produksi baterai untuk kendaraan listrik.

Meskipun saat ini pasar nikel global mengalami surplus, defisit pasokan diperkirakan akan terjadi pada tahun 2027 hingga setelahnya, seiring dengan meningkatnya permintaan, terutama semakin besarnya penetrasi kendaraan listrik.

Meskipun Indonesia, Filipina, dan Rusia menjadi produsen utama nikel dunia, enam dari 10 proyek nikel terbesar dunia tahun ini berada di Amerika Utara (AS dan Kanada).

Salah satu dari proyek tersebut adalah milik BUMN PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam di Sengaji, Halmahera, Indonesia. Proyek ini merupakan nikel laterit dengan kadar yang relatif tinggi. Kandungan logam nikel di Proyek Sengaji mencapai 2 juta ton dengan kadar 1,7 persen dan saat ini masih dalam tahap eksplorasi lanjut.

Ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi pemain utama dalam industri nikel, meskipun proyek-proyek besar lainnya berada di Amerika Utara dan Australia.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait