Market Hari Ini 08 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

1,2 Miliar Saham NCKL Dilepas Pemegang Besar, Pasar Tunggu Dividen

Sebanyak sekitar 1,2 miliar saham NCKL dilepas oleh Harita Jayaraya dan Glencore pada awal 2026, sementara pasar mencermati rencana pembagian dividen yang diperkirakan jatuh pada pertengahan tahun.

Sekitar 1,2 miliar saham NCKL dilepas Harita Jayaraya dan Glencore pada awal 2026, saat pasar menanti rencana pembagian dividen pertengahan tahun.

Dalam beberapa hari terakhir, baik pengendali maupun investor melakukan aksi pelepasan saham NCKL. Total sudah 1,2 miliar saham yang dilepas kepemilikannya. (Foto: Dok Trimegah Bangun Persada)
Dalam beberapa hari terakhir, baik pengendali maupun investor melakukan aksi pelepasan saham NCKL. Total sudah 1,2 miliar saham yang dilepas kepemilikannya. (Foto: Dok Trimegah Bangun Persada)

Daftar Isi

  1. 01 Rencana Pembagian Dividen

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menjadi perhatian pasar setelah sejumlah pemegang saham besar tercatat melakukan pelepasan saham sepanjang awal 2026. 

Aksi tersebut terjadi bersamaan dengan rencana pembagian dividen yang diproyeksikan berlangsung pada pertengahan tahun ini.

Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, saham NCKL ditutup di level 1.360 atau menguat 25 poin setara 1,87 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.335. Sepanjang sesi perdagangan, harga bergerak dalam rentang 1.310 hingga 1.360 setelah dibuka di level 1.350.

Volume transaksi tercatat sekitar 45,23 juta saham dengan frekuensi transaksi sekitar 6.043 kali. Aktivitas tersebut berada di bawah rata-rata volume harian yang berada di kisaran 126,23 juta saham. Dalam periode satu bulan terakhir, harga saham NCKL tercatat menguat sekitar 3,82 persen.

Di tengah pergerakan harga tersebut, terdapat sejumlah aksi pelepasan saham yang dilakukan oleh pemegang saham besar. PT Harita Jayaraya sebagai pemegang saham pengendali dilaporkan melepas sekitar 991.134.000 lembar saham atau setara dengan sekitar 1,57 persen dari total saham beredar pada awal Maret 2026.

Transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan Harita Jayaraya berkurang dari sekitar 81,36 persen menjadi sekitar 79,79 persen. Aksi tersebut dilaporkan berkaitan dengan kebutuhan investasi strategis.

Selain pemegang saham pengendali, pelepasan saham juga dilakukan oleh Glencore PLC. Perusahaan tambang global tersebut tercatat menjual sekitar 204,97 juta hingga 224,47 juta saham NCKL pada Januari 2026.

Dari transaksi tersebut, Glencore diperkirakan memperoleh dana sekitar Rp276,94 miliar. Dalam struktur kepemilikan perusahaan, Glencore bukan merupakan pemegang saham pengendali sehingga transaksi tersebut terjadi sebagai bagian dari aktivitas investasi portofolio.

Aksi pelepasan saham oleh dua pemegang saham besar tersebut terjadi bersamaan dengan dinamika perdagangan saham NCKL yang masih menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Rencana Pembagian Dividen

Selain faktor pergerakan pasar, perhatian investor juga tertuju pada rencana pembagian dividen perusahaan untuk tahun buku 2025 yang diperkirakan akan dibayarkan pada pertengahan 2026.

Berdasarkan estimasi yang beredar di pasar, tanggal ex-dividen diperkirakan berada di sekitar 30 Juni 2026 dengan tanggal pembayaran yang diperkirakan berlangsung pada 17 Juli 2026.

Besaran dividen per saham diproyeksikan berada di kisaran Rp30,36 per saham. Angka tersebut berada sedikit di atas dividen tahun buku 2024 yang dibayarkan pada 2025 sebesar Rp30,33 per saham.

Dalam kebijakan perusahaan, perseroan menetapkan alokasi minimal sekitar 30 persen dari laba bersih sebagai dividen tunai. Pada periode sebelumnya, rasio pembagian dividen tercatat berada di kisaran sekitar 34 persen dari laba bersih.

Stabilitas pembagian dividen tersebut didukung oleh struktur operasional perusahaan yang berbasis pada rantai nilai nikel terintegrasi. Dalam proyeksi operasional yang beredar di pasar, kapasitas produksi nikel perusahaan diperkirakan dapat mencapai sekitar 305 ribu ton pada tahun fiskal 2026.

Produksi tersebut berasal dari operasi nikel terintegrasi yang mencakup aktivitas penambangan hingga pengolahan hilir. Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi melalui sejumlah joint venture juga menjadi salah satu sumber arus kas perusahaan.

Kontribusi tersebut terutama berasal dari proyek hilirisasi berbasis nikel yang selama ini menjadi bagian penting dalam struktur pendapatan perusahaan.

Keputusan final mengenai nilai dividen yang akan dibagikan nantinya akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang biasanya diselenggarakan pada pertengahan tahun.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait