Market Hari Ini 27 May 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

15 Juta Kendaraan Listrik Disarankan Mengaspal 2030

15 Juta Kendaraan Listrik Disarankan Mengaspal 2030
15 Juta Kendaraan Listrik Disarankan Mengaspal 2030

KABARBURSA.COM - Pemerintah memancang target kendaraan listrik membanjiri pasar otomotif Indonesia pada 2030 dengan harapan masyarakat sudah mengganti kendaraan berbasis fosil demi menurunkan target penurunan emisi. Indonesia berkomitmen untuk mencapai target net zero emisi pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.

Pengamat Otomotif, Yannes Martinus Pasaribu menyatakan, misi pemerintah dalam menargetkan 15 juta kendaraan listrik mengaspal pada 2030 bisa tercapai.

"Target 15 juta kendaraan listrik pada tahun 2030 merupakan target yang ambisius namun bisa tercapai jika berbagai faktor mendukungnya," ujarnya kepada Kabar Bursa, Minggu 26 Mei 2024.

Yannes melihat, pemerintah bisa mengejar target tersebut asalkan bisa menyediakan berbagai infrastruktur dalam menunjang pemakaian kendaraan listrik.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun membeberkan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Seperti misalnya, keterbatasan model yang sesuai dengan rentang daya beli terbesar masyarakat segmentasi middle income tersebut dan infrastruktur pengisian daya yang belum memadai.

"Dukungan kuat dari pemerintah, seperti subsidi, pembebasan pajak, dan pembangunan infrastruktur pengisian daya, ini yang mungkin juga perlu jadi perhatian," tandasnya.

Yannes memandang ada kemungkinan sebagain segmentasi terbesar di middle income ini bersikap wait and see terkait pesatnya perkembangan teknologi baterai yang semakin maju serta harga yang semakin turun.

Sehingga, menurut dia, dapat membantu menurunkan harga kendaraan listrik dan meningkatkan jarak tempuh.

"Bisa jadi kelompok ekonomi menengah ini menunggu hingga tawaran kendaraan listrik ini sebentar lagi akan lebih mampu memberikan tawaran yang menarik bagi mereka," terangnya.

Sementara itu pengamat otomotif lainnya, Bebin Djuana mempertanyakan cara bagaimana target 15 juta pada 2030 bisa tercapai. Menurut dia, Indonesia masih berkutat di angka 1 juta per tahun.

"Kalau 15 juta bagaimana caranya? Kita Masih berkutat di angka 1 juta per tahun. Mau naik 3-5 kali lipat secara bertahap perlu kita simak simulasinya," ujar dia kepada Kabar Bursa, Minggu 26 Mei 2024.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menargetkan 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor listrik mengaspal di jalan raya pada tahun 2030.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan target yang ambisius untuk penerapan kendaraan listrik.

“Tujuan kami adalah memiliki 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor listrik di jalan pada tahun 2030,” ujar Dadan dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Rabu 22 Mei 2024 lalu.

Meskipun demikian, Dadan mengakui bahwa masih ada kesenjangan harga antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional. Untuk mengatasi perbedaan harga tersebut, pemerintah memberikan insentif pajak dan subsidi untuk mobil listrik, mobil hibrida, dan sepeda motor listrik.

Untuk mendukung pembentukan ekosistem kendaraan listrik, pemerintah terus membangun stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU). Diproyeksikan bahwa pada tahun 2030, diperlukan sekitar 32.000 unit SPKLU untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Selain pengembangan stasiun pengisian publik, ketersediaan pengisian daya di rumah juga sangat penting. PT PLN menawarkan insentif seperti harga khusus untuk peningkatan sistem kelistrikan dan potongan tarif untuk pengisian daya semalaman.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik dengan membuat pengisian daya menjadi lebih nyaman dan ekonomis. Selain itu, pemerintah juga sedang mengembangkan standar penghematan bahan bakar untuk kendaraan berat sebagai langkah strategis untuk menurunkan emisi CO2 dalam jangka pendek dan menengah.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait