Market Hari Ini 11 Jan 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

58 {83d9da1e9ecde61c764441f7e22858ba4cdb50929b12145c6a911727919b2f20} Rumah Tangga AS Punya Saham

58 {83d9da1e9ecde61c764441f7e22858ba4cdb50929b12145c6a911727919b2f20} Rumah Tangga AS Punya Saham
58 {83d9da1e9ecde61c764441f7e22858ba4cdb50929b12145c6a911727919b2f20} Rumah Tangga AS Punya Saham

KABARBURSA.COM - Investasi saham di Amerika Serikat (AS) mencatatkan lonjakan signifikan, mencapai 58 persen partisipasi dari rumah tangga. Data Federal Reserve (the Fed) menunjukkan, sebelumnya hanya 10 persen, kini kelompok ini menguasai 93 persen pasar ekuitas di negeri Paman Sam.

Tinggi rendahnya partisipasi tidak merata, terlihat dari fakta bahwa 50 persen masyarakat berpenghasilan rendah hanya memiliki 1 persen saham yang beredar di AS, menurut Survei Keuangan Konsumen the Fed.

Fenomena serupa terjadi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Peningkatan ini dipicu oleh masa pandemi, memungkinkan masyarakat AS untuk bekerja dari rumah, dengan gaji dan bantuan pemerintah digunakan untuk berinvestasi. Meski demikian, kekayaan pemilik saham terkaya tetap tidak tergoyahkan.

Bahkan saat pasar modal AS mengalami penurunan pada 2022, investor ritel tidak panik menjual saham mereka untuk menghindari kerugian besar.

Pada kuartal ketiga 2023, 50 persen rumah tangga terendah memiliki aset real estate senilai USD 4,8 triliun, sementara saham hanya bernilai USD 0,3 triliun menurut data the Fed. Sebaliknya, 1 persen teratas memiliki lebih dari USD 16 triliun saham dan lebih dari USD 6 triliun aset real estat.

Dalam 10 tahun terakhir, saham mengalami pertumbuhan pesat, terbantu oleh suku bunga yang rendah, mendorong keuntungan ekuitas yang besar. S&P 500 naik sebesar 155 persen selama dekade tersebut, dengan kenaikan 24 persen pada tahun lalu saja, didorong oleh penurunan inflasi dan ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga the Fed pada tahun 2024.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait