KABARBURSA.COM- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menetapkan target pertumbuhan premi sekitar 7 persen hingga 10 persen untuk tahun ini, didukung oleh peningkatan sejumlah faktor dalam industri asuransi jiwa.
Menurut Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, perbaikan dalam sektor riil akan berdampak positif pada perkembangan industri di tahun 2024. Peningkatan pemahaman dan kepemilikan produk asuransi oleh masyarakat juga dianggap akan berkontribusi positif bagi industri.
"Pendapatan premi industri asuransi jiwa diperkirakan akan meningkat kembali pada tahun 2024. Proyeksi kami menunjukkan pertumbuhan premi sekitar 7 persen-10 persen," ujarnya, mengutip Kontan Jumat 16 Februari 2024.
Togar menjelaskan bahwa selain dari sektor riil, peningkatan premi juga akan dipengaruhi oleh normalisasi penjualan PAYDI setelah proses penyesuaian terhadap regulasi terbaru yang diperkirakan akan selesai tahun ini.
Di sisi investasi, katanya, sangat tergantung pada kondisi pasar yang berpotensi berdampak pada kinerja investasi. Namun, penempatan investasi industri cenderung didominasi oleh instrumen investasi jangka panjang, sehingga hasil investasi tahun 2024 diproyeksikan tetap positif.
"Selanjutnya, dari segi tertanggung, industri asuransi jiwa berpotensi untuk memperluas pasar ke generasi milenial dan Gen Z, yang secara populasi mendominasi total populasi masyarakat Indonesia. Industri perlu berinovasi dengan produk yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan mereka," tandasnya.