KABARBURSA.COM - Setelah sempat memberikan harapan dengan reli dua hari berturut-turut saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS kembali terkoreksi 2,60 persen ke level 1.500. Namun, muncul sinyal strategi trading buy yang menarik diperhatikan.
PGAS memang sedang didominasi tekanan jual. Nilai transaksinya mencapai Rp90,29 miliar dengan volume lebih dari 600 ribu lot. Investor asing kembali melakukan distribusi dengan nilai foreign buy Rp50,70 miliar dan foreign sell Rp66,20 miliar. Ada dana asing keluar sebesar Rp15,50 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.
Pada 8 Juni, asing masih mencatat net buy Rp2,25 miliar, tetapi setelah itu mereka konsisten melakukan distribusi. Net sell mencapai Rp8,99 miliar pada 9 Juni, Rp7,74 miliar pada 10 Juni, dan meningkat menjadi Rp15,50 miliar pada 11 Juni.
Dengan kata lain, selama tiga hari berturut-turut dana asing terus meninggalkan PGAS.
Biasanya, kondisi ini memaksa investor ritel untuk menunggu di pinggir lapangan. Namun pendekatan teknikal justru melihat cerita yang sedikit berbeda.
MNC Sekuritas memperkirakan PGAS saat ini sedang berada pada fase pembentukan wave 4 dari wave C, sebuah fase koreksi yang secara teori merupakan jeda sebelum memasuki gelombang kenaikan berikutnya. Karena itulah strategi yang disarankan bukan mengejar harga di atas, melainkan melakukan Trading Buy secara bertahap pada area 1.440 hingga 1.485.
Strategi tersebut semakin mudah dipahami jika melihat indikator moving average harian.
Saat ini hanya MA5 sederhana yang masih memberikan sinyal beli dengan posisi di 1.487. Sementara, seluruh indikator lainnya masih menunjukkan sinyal jual. MA10 berada di 1.648, MA20 di 1.746, MA50 di 1.823, MA100 di 1.981, dan MA200 di 1.860. Bahkan seluruh exponential moving average juga masih memberikan rekomendasi jual.
Sekilas kondisi tersebut terlihat sangat bearish. Namun justru di sinilah letak filosofi trading buy.
Trader jangka pendek tidak menunggu seluruh indikator berubah menjadi bullish, karena pada saat itu harga biasanya sudah naik cukup tinggi. Mereka justru mencari momentum ketika harga mulai mendekati area support penting sementara tekanan jual mulai kehilangan tenaga.
Posisi PGAS saat ini berada sedikit di atas MA5 sederhana yang berada di kisaran 1.487. Level tersebut menjadi area yang cukup penting karena sekaligus berada dekat dengan zona akumulasi yang direkomendasikan MNC Sekuritas di 1.440-1.485.
Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang technical rebound menuju target pertama di 1.570 masih terbuka. Jika momentum mampu berlanjut dan tekanan jual mulai mereda, target berikutnya di 1.635 menjadi area yang layak diperhatikan.
Sebaliknya, disiplin terhadap batas risiko tetap menjadi syarat utama. Apabila harga turun di bawah 1.405, maka asumsi wave 4 berpotensi gagal dan tekanan jual dapat berlanjut lebih dalam.
Faktor yang juga perlu diperhatikan adalah psikologi pasar.
Tiga hari berturut-turut asing menciptakan sentimen negatif. Namun menariknya, penurunan harga PGAS relatif masih terkendali. Setelah melonjak 6,83 persen pada 9 Juni dan naik lagi 3,70 persen pada 10 Juni, koreksi 2,60 persen pada 11 Juni lebih menyerupai aksi profit taking dibandingkan perubahan tren secara drastis.
Artinya, sebagian pelaku pasar kemungkinan sedang mengamankan keuntungan jangka pendek setelah reli cepat yang terjadi dalam dua hari sebelumnya.
Inilah alasan mengapa strategi trading buy lebih relevan dibandingkan langsung melakukan akumulasi besar. Investor dapat menunggu harga memasuki area 1.440-1.485 sambil mengamati apakah tekanan jual mulai berkurang dan volume pembelian kembali meningkat.
Dari sisi teknikal yang lebih luas, PGAS memang belum sepenuhnya keluar dari tren turun. Dominasi sinyal jual pada hampir seluruh moving average menunjukkan bahwa tren menengah masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
Namun, bagi trader yang berorientasi pada pergerakan jangka pendek, justru fase koreksi seperti ini sering kali menjadi titik masuk yang menarik selama level support mampu bertahan.
Karena itu, fokus utama bukan pada kenyataan bahwa asing sedang menjual, melainkan apakah harga mampu mempertahankan area support dan membentuk pantulan yang sehat. Jika hal tersebut terjadi, maka koreksi saat ini bisa menjadi peluang untuk memanfaatkan technical rebound menuju area 1.570 hingga 1.635.(*)