Market Hari Ini 01 Apr 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Ada Sembako dan Emas, Inflasi Maret Mungkin 2,9 Persen YoY

Ada Sembako dan Emas, Inflasi Maret Mungkin 2,9 Persen YoY
Ada Sembako dan Emas, Inflasi Maret Mungkin 2,9 Persen YoY

KABARBURSA.COM - Melansir Bloomberg, Pasar keuangan domestik akan dibuka kembali hari ini, Senin 1 April 2024, memulai perdagangan kuartal II-2024 setelah libur panjang peringatan Paskah pekan lalu. Perhatian pelaku pasar di Indonesia akan terfokus pada pengumuman data inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang hari nanti.

Menurut hasil konsensus terbaru para ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg, inflasi Maret diprediksi naik sebesar 0,4 persen month-to-month, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,37 persen. Secara tahunan, inflasi Maret diprediksi naik menjadi 2,91 persen dari Februari yang sebesar 2,75 persen.

Jika prediksi tersebut terealisasi, ini akan menjadi posisi inflasi Indonesia tertinggi sejak Agustus 2023. Lonjakan inflasi Maret terutama disebabkan oleh berlangsungnya Ramadan di paruh bulan lalu, di mana secara historis inflasi selalu lebih tinggi karena peningkatan permintaan barang dan jasa.

Sebelum Ramadan, pergerakan harga barang terutama komoditas bahan pokok (sembako) sudah mengalami kenaikan, termasuk beras, bawang putih, cabai, daging ayam, dan telur.

Pergerakan harga beras jenis medium selama Maret lalu, misalnya, menurut data Badan Pangan Nasional, sudah naik 20,79 persen dibandingkan dengan Maret tahun sebelumnya dan naik 2,66 persen dibandingkan Februari 2024.

Beberapa komoditas dapur termasuk kelompok makanan bergejolak seperti cabai juga mengalami kenaikan yang signifikan mencapai 32,48 persen dibandingkan dengan Maret tahun sebelumnya. Harga ayam juga meningkat 11,27 persen secara tahunan dengan kenaikan selama Maret mencapai 9,31 persen menjadi sekitar Rp31.590/kilogram. Harga daging ayam ras juga naik 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Inflasi inti juga diperkirakan naik menjadi 1,71 persen year-on-year, dibandingkan dengan angka 1,68 persen pada bulan Februari. Ini akan menjadi level inflasi inti tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Ada kemungkinan inflasi inti yang lebih tinggi bulan lalu dipengaruhi oleh kenaikan harga emas sebagai salah satu komoditas penyusun inflasi inti.

Selama Maret, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah meroket 9,75 persen di mana pada akhir Februari per gram emas masih dihargai sebesar Rp1.138.000, kemudian per 31 Maret lalu harganya telah melesat ke level Rp1.249.000 per gram.

Kenaikan harga emas Antam dipengaruhi oleh lonjakan harga emas dunia di mana emas spot di pasar global bergerak naik 6,72 persen selama Maret dengan rata-rata pergerakan di level US$2.161,87 per troy ons. Secara tahunan, harga emas dunia sudah naik 12,87 persen.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait