KABARBURSA.COM - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan laba bersih sebesar 374,3 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal pertama tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 18,3 persen dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal pertama tahun 2023 yang mencapai 458,04 juta dolar AS.
Laba kotor perusahaan tercatat sebesar 627,7 juta dolar AS pada kuartal I-2024, turun 17,74 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 763,1 juta dolar AS. Seperti dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu 1 Mei 2024.
Presiden Direktur dan CEO ADRO, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi biaya di tengah ketidakpastian global dan pelemahan harga. Meskipun pendapatan mengalami penurunan, volume produksi dan penjualan ADRO meningkat masing-masing sebesar 15 persen dan 5 persen.
Pendapatan usaha ADRO turun 22 persen karena penurunan harga jual rata-rata. Namun, beban pokok pendapatan juga turun 24 persen, terutama karena penurunan beban royalti.
Sementara itu, belanja modal (capex) perseroan meningkat 56 persen, terutama digunakan untuk pembelian alat berat, tongkang, dan infrastruktur pendukung pada rantai pasokan.
Pada akhir kuartal pertama tahun 2024, total aset ADRO mencapai 10,46 miliar dolar AS, dengan total liabilitas senilai 2,67 miliar dolar AS dan total ekuitas senilai 7,79 miliar dolar AS.