Market Hari Ini 18 Oct 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

ADRO Borong Saham ADMR: Harga Saham Justru Terjun Bebas

Kepemilikan ADRO di ADMR meningkat dari sebelumnya 84,451 persen menjadi 85,016 persen,

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memperkuat cengkeramannya atas anak perusahaan, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 561 Titik Bor di Maruwai, Eksplorasi Lanjut

KABARBURSA.COM - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memperkuat cengkeramannya atas anak perusahaan, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Pada 16 Oktober 2025, ADRO resmi memborong 231 juta lembar saham ADMR di harga Rp1.435 per saham. Nilai total transaksi menyentuh Rp331,48 miliar.

Transaksi dilakukan lewat mekanisme di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Direktur Alamtri Resources, Iwan Dewono Budiyowono, dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Sabtu 18 Oktober 2025.

Pasca aksi korporasi tersebut, kepemilikan ADRO di ADMR meningkat dari sebelumnya 84,451 persen menjadi 85,016 persen, atau setara 34.756.541.100 saham. Menurut Iwan, langkah ini merupakan bagian dari investasi strategis untuk mendukung pengembangan lanjutan ADMR.

Namun di tengah penguatan struktur kepemilikan, saham ADMR justru terkoreksi tajam. Pada penutupan perdagangan Jumat 17 Oktober 2025, harga sahamnya ambles 9,47 persen ke level Rp1.195 per saham. Meski begitu, secara bulanan saham ini masih mencatatkan kenaikan 17,16 persen.

Di luar fluktuasi harga, ADMR tengah bersiap melakukan ekspansi besar. Selain berfokus pada tambang batu bara metalurgi, perusahaan kini menggarap lini bisnis hilirisasi mineral melalui pembangunan smelter aluminium. Fasilitas industri tersebut saat ini memasuki tahap konstruksi di Kalimantan Utara.

Menurut Sekretaris Perusahaan ADMR, Mahardika Putranto, proyek smelter tersebut digarap oleh entitas anak, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Ia menyebut operasional tahap awal—dikenal sebagai first pot operation—ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2025.

Di fase awal, smelter diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sebesar 500.000 ton aluminium ingot per tahun. Tahapan berikutnya akan meningkatkan kapasitas hingga 1,5 juta ton per tahun. Ekspansi tersebut akan dilaksanakan bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah ini tak sekadar ekspansi, melainkan transformasi strategis untuk menjawab kebutuhan hilirisasi nasional dan memperkuat posisi ADMR di sektor industri berbasis mineral.

561 Titik Bor di Maruwai, Eksplorasi Lanjut

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melalui anak usaha PT Maruwai Coal melaporkan progres eksplorasi hingga kuartal III 2025 dengan total 561 titik bor yang telah diselesaikan di East Maruwai Area. 

Perusahaan juga menegaskan program pemboran akan berlanjut untuk memetakan potensi di area di luar tambang Lampunut.

Corporate Secretary Alamtri Resources Indonesia, Maharani Cindy Opssedha, menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi dilakukan untuk memperbarui model geologi dan memperkuat estimasi sumber daya batu bara. 

“Hingga kuartal ketiga tahun 2025, PT Maruwai Coal telah menyelesaikan 561 titik bor dengan total 35.701 meter open hole dan 8.376 meter coring,” ujar Maharani dalam keterbukaan informasi, Kamis, 9 Oktober 2025.

Ia menambahkan, eksplorasi di East Maruwai Area akan berlanjut dengan pengeboran tambahan di luar wilayah tambang Lampunut. 

“Pengeboran tetap dilakukan untuk memperoleh informasi lebih detail mengenai potensi batu bara di area yang belum dikembangkan,” kata Maharani.

Dalam laporan bulanan aktivitas eksplorasi Oktober 2025, ADRO mencatat total biaya eksplorasi sebesar Rp5,20 miliar dengan pelaksanaan oleh tim internal PT Maruwai Coal bersama PT Duta Borneo Mining dan PT Indonesia Carbon Energy. Metode yang digunakan meliputi pengeboran open hole dan coring sesuai standar industri.

Pembaruan ini menunjukkan agenda eksplorasi ADRO masih aktif untuk memperkuat cadangan dan memperpanjang umur tambang di klaster Maruwai. 

East Maruwai Area selama ini menjadi salah satu fokus pengembangan, dengan Lampunut sebagai referensi area tambang yang sudah beroperasi. 

Keputusan untuk melanjutkan pemboran di luar Lampunut mengindikasikan perusahaan membidik penambahan inventori sumber daya di perimeter yang belum dieksploitasi.

PT Lahai Coal, entitas lain dalam grup, tidak melaporkan aktivitas eksplorasi pada periode ini. Informasi itu konsisten dengan tabel aktivitas eksplorasi bulanan yang mencantumkan entitas, lokasi, biaya, metode, serta rencana tindak lanjut. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait