Market Hari Ini 13 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

ADRO Masih Dalam Tekanan Bearish, Ada Peluang Rebound ke 1.865–1.900 Jika Kuat

BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan pergerakan saham ADRO masih mempunyai trend yang cenderung bearish. Namun, saat ini ADRO sedang pullback

BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan pergerakan saham ADRO masih mempunyai trend yang cenderung bearish. Namun, saat ini ADRO sedang pullback

Gedung ADRO (Foto: Dok. Alamtri Resources Indonesia)
Gedung ADRO (Foto: Dok. Alamtri Resources Indonesia)

Daftar Isi

  1. 01 ADRO Laporkan 561 Titik Bor di Maruwai

KABARBURSA.COM - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dinilai masih dalam tren yang menurun atau bearish.

BRI Danareksa Sekuritas, menyampaikan pergerakan saham ADRO masih mempunyai trend yang cenderung bearish. Namun disebutkan, saat ini ADRO sedang pullback dengan range support fibbo di 1.675 - 1.715.


"Jika mampu menguat, maka ada potensi untuk melanjutkan penguatan hingga resistance berikutnya pada 1.865 - 1.900," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Senin, 13 Oktober 2025.

Adapun pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, saham ADRO berada di zona hijau usai menguat 0,29 persen ke level 1.755.

Dalam pergerakan mingguan dan bulanan, ADRO menunjukkan masing-masing sebesar +6,04 persen dan +5,09 persen, dengan rentang harga yang berkisar 1.625 — 1.880 rupiah.

Namun, gambaran untuk jangka menengah dan panjang jauh berbeda. Dalam periode tiga bulan, saham ini turun -6,15 persen, sementara perhitungan year-to-date (YTD) menunjukkan penurunan yang signifikan yaitu -27,78 persen.

Lebih mencolok lagi, dalam rentang satu dan tiga tahun, ADRO masih mencatat penurunan besar masing-masing -54,65 persen dan -56,13 persen.


ADRO Laporkan 561 Titik Bor di Maruwai

Sebelumnya diberitakan, ADRO melalui anak usaha PT Maruwai Coal melaporkan progres eksplorasi hingga kuartal III 2025 dengan total 561 titik bor yang telah diselesaikan di East Maruwai Area.

Perusahaan juga menegaskan program pemboran akan berlanjut untuk memetakan potensi di area di luar tambang Lampunut.

Corporate Secretary Alamtri Resources Indonesia, Maharani Cindy Opssedha, menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi dilakukan untuk memperbarui model geologi dan memperkuat estimasi sumber daya batu bara.

“Hingga kuartal ketiga tahun 2025, PT Maruwai Coal telah menyelesaikan 561 titik bor dengan total 35.701 meter open hole dan 8.376 meter coring,” ujar Maharani dalam keterbukaan informasi, Kamis, 9 Oktober 2025.

Ia menambahkan, eksplorasi di East Maruwai Area akan berlanjut dengan pengeboran tambahan di luar wilayah tambang Lampunut.

“Pengeboran tetap dilakukan untuk memperoleh informasi lebih detail mengenai potensi batu bara di area yang belum dikembangkan,” kata Maharani.

Dalam laporan bulanan aktivitas eksplorasi Oktober 2025, ADRO mencatat total biaya eksplorasi sebesar Rp5,20 miliar dengan pelaksanaan oleh tim internal PT Maruwai Coal bersama PT Duta Borneo Mining dan PT Indonesia Carbon Energy. Metode yang digunakan meliputi pengeboran open hole dan coring sesuai standar industri.

Pembaruan ini menunjukkan agenda eksplorasi ADRO masih aktif untuk memperkuat cadangan dan memperpanjang umur tambang di klaster Maruwai.

East Maruwai Area selama ini menjadi salah satu fokus pengembangan, dengan Lampunut sebagai referensi area tambang yang sudah beroperasi.

Keputusan untuk melanjutkan pemboran di luar Lampunut mengindikasikan perusahaan membidik penambahan inventori sumber daya di perimeter yang belum dieksploitasi.

PT Lahai Coal, entitas lain dalam grup, tidak melaporkan aktivitas eksplorasi pada periode ini. Informasi itu konsisten dengan tabel aktivitas eksplorasi bulanan yang mencantumkan entitas, lokasi, biaya, metode, serta rencana tindak lanjut.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait