Market Hari Ini 16 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

AGII Bagikan Dividen Rp11,42 per Saham, Seberapa Menarik?

AGII resmi membagikan dividen tunai Rp11,42 per saham. Sebelum berburu dividen, investor perlu memahami fundamental perusahaan dan arah pergerakan sahamnya.

AGII membagikan dividen Rp11,42 per saham. Simak analisis fundamental, prospek bisnis, dan arah pergerakan saham sebelum cum date.

AGII telah menghasilkan lebih dari separuh laba bersih sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp58 miliar. (Foto: dok Samator Indo Gas)
AGII telah menghasilkan lebih dari separuh laba bersih sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp58 miliar. (Foto: dok Samator Indo Gas)

Daftar Isi

  1. 01 Rasio Utang jadi Catatan
  2. 02 Tekanan Saham Mulai Reda, Perhatikan Zona Support

KABARBURSA.COM - PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), emiten produsen gas industri terbesar di Indonesia, memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp35,02 miliar atau setara Rp11,42 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 11 Juni 2026. Cum dividen di pasar reguler jatuh pada 22 Juni 2026, sementara investor yang ingin memperoleh hak dividen harus tercatat sebagai pemegang saham paling lambat pada recording date 24 Juni 2026.

Bagi investor yang baru ingin masuk, penting untuk mengetahui kualitas fundamental AGII. Dari sisi fundamental, AGII cukup menarik. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp35 miliar, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp8 miliar. 

Artinya, dalam tiga bulan pertama saja AGII telah menghasilkan lebih dari separuh laba bersih sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp58 miliar.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada laba per saham (EPS). EPS kuartal pertama 2026 mencapai 11,48, jauh lebih tinggi dibandingkan 2,53 pada periode yang sama tahun lalu. Jika tren ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun, potensi peningkatan profitabilitas masih terbuka cukup lebar.

Pendapatan perusahaan juga terus bertumbuh. Pada kuartal pertama 2026, revenue mencapai Rp762 miliar dibandingkan Rp706 miliar pada kuartal pertama 2025. Secara annualised, pendapatan sudah berada di kisaran Rp3,05 triliun, yang artinya bisnis inti perusahaan masih berjalan stabil di tengah kebutuhan gas industri yang terus meningkat.

Rasio Utang jadi Catatan

Meski demikian, ada beberapa catatan yang layak diperhatikan. Rasio utang terhadap ekuitas masih berada di level 1,05 kali dengan financial leverage sekitar 2,25 kali. Interest coverage ratio tercatat 1,40 kali, yang berarti kemampuan perusahaan dalam menutup beban bunga masih tergolong cukup, tetapi belum terlalu longgar. 

Free cash flow kuartalan juga masih berada di area negatif sehingga investor perlu memantau perkembangan arus kas pada laporan berikutnya.

Di sisi lain, kebijakan dividen justru mencerminkan keseimbangan yang cukup sehat. Dari laba bersih Rp58,38 miliar, perusahaan tidak membagikan seluruh keuntungan kepada pemegang saham. 

Sebagian laba dialokasikan untuk cadangan wajib dan sekitar Rp18,36 miliar ditahan sebagai retained earnings guna mendukung ekspansi bisnis. Dengan payout ratio sekitar 24,87 persen, manajemen masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Tekanan Saham Mulai Reda, Perhatikan Zona Support

Bagaimana dengan pergerakan sahamnya?

Jika melihat grafik harian, AGII sempat menikmati reli yang sangat kuat pada awal 2026 hingga mencapai area di atas Rp3.400 per saham. Setelah itu, saham memasuki fase konsolidasi dan koreksi bertahap selama beberapa bulan terakhir.

Menariknya, tekanan jual tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga yang sempat turun ke kisaran Rp2.400 kini berhasil kembali bergerak ke sekitar Rp2.730. Beberapa candle terakhir juga memperlihatkan pola pemulihan dengan kenaikan bertahap disertai volume yang masih terjaga.

Secara teknikal, area Rp2.600 hingga Rp2.700 menjadi zona support yang cukup penting. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan rebound menuju area Rp2.900 hingga Rp3.100 masih terbuka. 

Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan support tersebut ditembus, saham berpotensi kembali memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.

Bagi investor yang hanya mengejar dividen Rp11,42 per saham, perlu diingat bahwa setelah ex date harga saham secara teori akan disesuaikan sebesar nilai dividen yang dibagikan. 

Sebaliknya, bagi investor dengan horizon investasi menengah hingga panjang, AGII menawarkan cerita yang lebih menarik. Laba yang mulai pulih, pertumbuhan pendapatan yang konsisten, payout ratio yang konservatif, serta sinyal teknikal yang mulai membaik memberikan kombinasi yang layak untuk dicermati.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait