Market Hari Ini 17 Nov 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Agresif, Deretan Saham yang Diburu J.P. Morgan Sepanjang Pekan

Data transaksi 10–14 November 2025 menunjukkan J.P. Morgan Sekuritas Indonesia mencatat pembelian besar.

J.P. Morgan membukukan pembelian besar pada BMRI, BUMI, BBCA, BREN, dan INET sepanjang 10–14 November 2025. Nilai transaksi asing tercatat meningkat.

J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melakukan pembelian dalam jumlah besar pada sejumlah saham berlikuiditas tinggi sepanjang pekan. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)
J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melakukan pembelian dalam jumlah besar pada sejumlah saham berlikuiditas tinggi sepanjang pekan. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM – J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) tercatat melakukan pembelian dalam jumlah besar pada sejumlah saham berlikuiditas tinggi sepanjang pekan perdagangan 10–14 November 2025. 

Data broker action dan broker summary di platform Stockbit menunjukkan nilai transaksi asing melalui BK meningkat pada beberapa saham perbankan, energi, dan komoditas.

Pada perdagangan 10 November 2025, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat nilai pembelian terbesar oleh BK dengan total sekitar Rp738,9 miliar. Volume transaksi yang dihimpun BK mencapai 1,6 juta lot dengan harga rata-rata 4.699. 

Data tersebut menempatkan BMRI sebagai saham dengan nilai beli tertinggi melalui BK pada hari tersebut.

Selanjutnya ada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berada pada posisi nilai beli besar berikutnya melalui BK. Nilai pembelian tercatat sekitar Rp144,7 miliar dengan volume 8,5 juta lot pada harga rata-rata 195. 

Dalam daftar yang sama, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat nilai beli oleh BK sebesar Rp110 miliar dengan volume 127.358 lot dan rata-rata harga 8.490.

Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk dalam daftar transaksi BK pada 10 November. Nilai pembelian mencapai Rp105,8 miliar dengan volume 102.264 lot pada harga rata-rata 10.175. 

Adapun, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pembelian melalui BK senilai Rp80,9 miliar dengan volume 1,8 juta lot dan rata-rata harga 453.

Pada data perdagangan harian berikutnya, transaksi asing pada saham-saham tersebut kembali muncul dalam laporan foreign flow harian. 

Pada 10 November, INET mencatat foreign buy Rp131,94 miliar dan foreign sell Rp47,84 miliar. Sehari setelahnya, foreign buy tercatat Rp68,84 miliar dan foreign sell Rp144,23 miliar. 

Pada 12 November, pembelian asing pada INET mencapai Rp132,67 miliar dan penjualan Rp91,05 miliar. Pada 14 November, transaksi asing di saham yang sama mencatat foreign buy Rp238,38 miliar dan foreign sell Rp107 miliar.

BUMI juga mencatat transaksi asing bernilai besar pada beberapa hari dalam periode tersebut. Pada 11 November, nilai penjualan asing lebih tinggi daripada pembelian. 

Pada 12 dan 14 November, transaksi asing kembali meningkat dengan nilai beli dan jual dalam rentang puluhan hingga ratusan miliar rupiah sesuai data harian.

Pada BBCA, sejumlah sesi perdagangan dalam sepekan 10–14 November menunjukkan nilai pembelian dan penjualan asing yang besar, sejalan dengan karakteristik transaksi harian pada saham tersebut. 

BREN juga muncul dalam daftar transaksi asing pada beberapa sesi di pekan yang sama berdasarkan nilai dan volume yang tercatat.

Data pekanan menunjukkan J.P. Morgan Sekuritas Indonesia berada dalam daftar broker asing dengan nilai pembelian besar pada sejumlah saham tersebut sepanjang periode 10–14 November 2025. 

Seluruh angka transaksi tercatat pada laporan Broker Action dan Broker Summary di platform Stockbit serta data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait