Market Hari Ini 12 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Akhir Relaksasi Retrukturisasi Covid-19, Kredit Berisiko?

Akhir Relaksasi Retrukturisasi Covid-19, Kredit Berisiko?
Akhir Relaksasi Retrukturisasi Covid-19, Kredit Berisiko?

KABARBURSA.COM - Jumlah kredit berisiko, yang disebut juga sebagai loan at risk (LAR), di sektor perbankan terus menurun seiring dengan berkurangnya jumlah restrukturisasi kredit akibat pandemi Covid-19. Para bank juga optimistis akan mengalami soft landing saat periode relaksasi restrukturisasi kredit tersebut berakhir pada Maret 2024, terutama karena pencadangan yang telah dipersiapkan sudah kuat.

Bank-bank besar melaporkan penurunan signifikan dalam LAR mereka. Sebagai contoh, Bank Mandiri mencatat LAR sebesar Rp 45,3 triliun pada akhir 2023, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 46,4 triliun. Hal ini membuat biaya kredit Bank Mandiri tahun lalu turun menjadi 0,85 persen dari 1,44 persen pada tahun sebelumnya.

Bank-bank lainnya juga melaporkan penurunan LAR. BCA mencatat penurunan LAR dari Rp 69,4 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 52,2 triliun pada tahun 2023, sementara BNI mencatat penurunan LAR dari Rp 102,8 triliun menjadi Rp 89 triliun dalam periode yang sama. Begitu pula dengan BRI yang melaporkan penurunan LAR dari Rp 188,4 triliun menjadi Rp 157,9 triliun.

Semua penurunan ini memungkinkan bank-bank tersebut untuk menurunkan biaya kredit mereka. Selain itu, bank-bank juga telah melakukan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi penurunan kualitas portofolio LAR.

Bank-bank seperti BRI dan BCA telah melakukan langkah-langkah untuk menjaga kualitas aset mereka, dengan melakukan upaya pembersihan aset sebagai bagian dari strategi soft landing saat relaksasi restrukturisasi Covid-19 berakhir. Meskipun demikian, mereka terus memantau kondisi ekonomi dan akan terus memperbaharui pencadangan mereka sesuai dengan perkembangan kualitas aset dan kondisi ekonomi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait