Market Hari Ini 01 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Akhiri Mei di Zona Hijau, DEWA Siap Dikoleksi?

DEWA menutup akhir Mei dengan penguatan tipis setelah sempat bergerak liar sepanjang bulan. Area 330 mulai jadi perhatian trader jelang awal Juni.

DEWA ditutup naik 1,21 persen di akhir Mei 2026. Pasar mulai mencermati area 330 dan peluang pergerakan saham pada awal Juni.

DEWA sempat mencatat net foreign sell hingga Rp56,9 miliar disertai kenaikan volatilitas harga yang cukup agresif. (Foto: dok DEWA)
DEWA sempat mencatat net foreign sell hingga Rp56,9 miliar disertai kenaikan volatilitas harga yang cukup agresif. (Foto: dok DEWA)

Daftar Isi

  1. 01 Bid Tebal di Area 334
  2. 02 Buy on Weakness di Rentang 282-330

KABARBURSA.COM – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menutup perdagangan akhir Mei 2026 di zona hijau setelah naik 1,21 persen ke level 334 pada Jumat, 29 Mei 2026. Penguatan tersebut disebabkan meningkatnya volume transaksi dan kembali munculnya minat beli di area bawah.

Sepanjang Mei 2026, pergerakan DEWA terbilang sangat fluktuatif. Saham ini sempat bergerak dari area 525 pada awal Mei sebelum akhirnya turun tajam hingga menyentuh area 320-an di pekan terakhir bulan berjalan.

Jika dihitung dari posisi pembukaan awal Mei di area 525 hingga penutupan 334 pada akhir Mei, DEWA telah terkoreksi sekitar 36,3 persen dalam sebulan. Koreksi dalam tersebut membuat saham ini menjadi salah satu yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang Mei.

Tekanan jual mulai terlihat mereda di akhir bulan. Pada perdagangan 29 Mei 2026, DEWA mencatat nilai transaksi Rp142,6 miliar dengan volume mencapai 4,22 juta lot dan frekuensi transaksi 22,1 ribu kali.

Data foreign flow juga menunjukkan bahwa asing tercatat melakukan pembelian Rp31,89 miliar dan penjualan Rp30,55 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp1,34 miliar.

Berbeda dibanding beberapa sesi sebelumnya ketika tekanan asing masih cukup dominan. Pada 25 Mei misalnya, DEWA sempat mencatat net foreign sell hingga Rp56,9 miliar disertai kenaikan volatilitas harga yang cukup agresif.

Bid Tebal di Area 334

Dari sisi struktur perdagangan, area 330 kini mulai menjadi titik perhatian utama pasar. Orderbook menunjukkan antrean bid cukup tebal di level 334 dengan total bid mencapai lebih dari 691 ribu lot, sementara offer berada di kisaran 1,54 juta lot.

Lapisan bid terbesar terlihat muncul di area 320–334. Kondisi tersebut menunjukkan pasar mulai mencoba menjaga area bawah setelah tekanan jual besar yang terjadi sepanjang Mei.

Namun tekanan supply masih belum sepenuhnya hilang. Offer tebal masih terlihat bertumpuk di area 340–350 sehingga membuat ruang kenaikan jangka pendek DEWA masih menghadapi tantangan cukup berat.

Buy on Weakness di Rentang 282-330

Secara teknikal, sejumlah pelaku pasar mulai mencermati skenario buy on weakness di rentang 282–330. Area tersebut dinilai menjadi zona penting untuk menjaga struktur rebound jangka pendek saham ini.

Target pergerakan jangka pendek mulai diarahkan ke area 384 hingga 412. Namun pasar tetap menempatkan area bawah 270 sebagai batas pengamanan apabila tekanan jual kembali meningkat.

Awal Juni nanti akan menjadi fase penting untuk membaca apakah DEWA mulai memasuki fase pemulihan bertahap atau hanya mengalami technical rebound sementara. Sebab sepanjang Mei, pola transaksi saham ini masih didominasi volatilitas tinggi dan perpindahan dana jangka pendek.

Pertanyaannya, apakah volume beli mampu bertahan konsisten di atas area 330. Jika area tersebut kembali ditembus ke bawah dengan tekanan distribusi besar, volatilitas DEWA berpotensi kembali meningkat pada perdagangan awal Juni.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait