Market Hari Ini 28 May 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

AKRA: Potensi Naik 13 Persen, Ini Detail Strategi Perdagangannya

Sebagai bagian dari manajemen risiko, batas penurunan atau stop loss ditetapkan di bawah Rp1.200.

AKRA dipantau pelaku pasar usai sinyal teknikal di Rp1.270, dengan target harga hingga Rp1.440 dan rasio risk-reward proporsional.

Armada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: Dok Perusahaan)
Armada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Foto: Dok Perusahaan)

Daftar Isi

  1. 01 Struktur Rasio Proporsional

KABARBURSA.COM – Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatatkan perhatian dari sejumlah pelaku pasar pada pekan ini. 

Pergerakan harga saham perusahaan yang bergerak di bidang minyak, gas, dan batu bara ini, yang mencapai area Rp1.270 dinilai sebagai titik teknikal penting dan dijadikan acuan strategi perdagangan oleh sebagian investor yang mengandalkan analisis grafik.

Dalam strategi tersebut, Technical Analyst RHB Sekuritas Indonesia Ilham Fitriadi Budiarto menjelaskan, level Rp1.270 digunakan sebagai area beli dengan dua target kenaikan yang sudah ditentukan. 

Target pertama berada di Rp1.340. Jika harga bergerak ke titik ini, kenaikannya tercatat sebesar 5,51 persen dari harga masuk. Sementara target kedua berada di Rp1.440, dengan potensi kenaikan mencapai 13,39 persen dari titik beli awal.

“Sebagai bagian dari manajemen risiko, batas penurunan atau stop loss ditetapkan di bawah Rp1.200. Angka ini mencerminkan kemungkinan kerugian sebesar 5,51 persen apabila harga bergerak melawan posisi yang diambil,” tulis Ilham dalam risetnya, Rabu, 28 Mei 2025. 

Struktur Rasio Proporsional

Perbandingan antara potensi imbal hasil dan batas risiko pada strategi ini menunjukkan struktur rasio yang proporsional. Pada target pertama, perbandingan antara potensi keuntungan dan potensi kerugian adalah 1 banding 1. Sedangkan pada target kedua, perbandingan tersebut mendekati 2,5 banding 1.

Penggunaan struktur seperti ini umum dijumpai dalam praktik perdagangan saham berbasis teknikal. Strategi ini menetapkan titik masuk, sasaran keuntungan, dan batas kerugian secara terukur untuk membantu pelaku pasar menjalankan keputusan transaksi berdasarkan peta harga yang ada, tanpa bergantung pada sentimen spekulatif.

Rangkaian angka tersebut disusun sebagai referensi teknikal dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan membeli atau menjual saham. 

Keputusan akhir sepenuhnya berada pada kebijakan masing-masing investor sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan investasinya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait