Market Hari Ini 23 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Aksi Jumbo BUKA, Harga Saham Justru Tertekan

Pengendali tambah 4,49 miliar saham senilai Rp674,34 miliar, namun BUKA stagnan di Rp150 lalu turun ke Rp148 dan Rp147 di tengah perubahan arus transaksi asing.

KMK borong 4,49 miliar saham BUKA Rp674,34 miliar. Harga stagnan di Rp150 lalu turun ke Rp147, asing berbalik jual bersih.

Meskipun pengendali membeli saham BUKA dengan nominal fantastis, namun harga tertekan. (Foto: Dok Bukalapak)
Meskipun pengendali membeli saham BUKA dengan nominal fantastis, namun harga tertekan. (Foto: Dok Bukalapak)

Daftar Isi

  1. 01 Kepemilikan KMK Menjadi 44,91 Persen

KABARBURSA.COM – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) baru saja mendapatkan dana segar lewat aksi jumbo PT Kreatif Media Karya (KMK). Sang pengendali memborong sahan dalam jumlah besar selama dua hari perdagangan, yaitu 19 dan 20 Februari 2026.

Dari dua hari aksi tersebut, total saham yang diborong mencapai 4.495.645.533 lembar atau setara 4,36 persen dari total saham beredar. Nilai transaksinya mencapai Rp674,34 miliar pada harga rata-rata Rp150 per saham. 

Pembelian dilakukan melalui mekanisme pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada 19 Februari 2026, KMK membeli 3.616.645.533 saham senilai Rp542,49 miliar. Tetapi aksi ini tidak membawa dampak positif bagi pergerakan sahamnya.

Pada hari tersebut, BUKA justru ditutup stagnan pada level Rp150. Nilai transaksi tercatat Rp29,95 miliar dengan volume 1,98 juta lot dan frekuensi 3.800 kali. Harga bergerak dalam rentang Rp148 hingga Rp153 dengan rata-rata Rp151. 

Data transaksi asing menunjukkan pembelian bersih sebesar Rp3,72 miliar, dengan nilai beli asing Rp5,29 miliar dan jual asing Rp1,57 miliar.

Sehari berikutnya, 20 Februari 2026, KMK kembali menambah kepemilikan dengan membeli 879 juta saham senilai Rp131,85 miliar. Sayangnya, pada perdagangan hari tersebut, saham BUKA justru ditutup turun Rp2 atau 1,33 persen ke level Rp148. 

Nilai transaksinya juga menurun menjadi Rp6,44 miliar dengan volume 432,04 ribu lot dan frekuensi 1.890 kali. Harga dibuka di Rp151 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp151 dan terendah Rp148 dengan rata-rata Rp149. 

Di hari kedua ini, aktivitas asing mencatat jual bersih Rp2,21 miliar, dengan beli asing Rp418,81 juta dan jual asing Rp2,63 miliar.

Kepemilikan KMK Menjadi 44,91 Persen

Secara struktur kepemilikan, pasca transaksi tersebut porsi saham KMK meningkat dari 41.826.100.852 lembar atau 40,55 persen menjadi 46.321.746.385 lembar atau 44,91 persen. Kenaikan hampir 4,4 persen kepemilikan dalam waktu dua hari menunjukkan konsolidasi kepemilikan oleh pemegang saham pengendali melalui transaksi pasar.

Sementara itu, pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, hingga pukul 11.30 WIB, saham BUKA diperdagangkan di level Rp147, turun 0,68 persen dari penutupan sebelumnya Rp148. Harga bergerak dalam kisaran Rp146 hingga Rp149. 

Dengan posisi tersebut, harga berada di bawah rata-rata dua hari sebelumnya dan berada di area mendekati level terendah 20 Februari.

Secara keseluruhan, aksi jumbo KMK merupakan transaksi akumulasi oleh pemegang saham pengendali yang meningkatkan porsi kepemilikan secara material. Pada hari pertama transaksi, harga relatif stabil dengan aktivitas asing mencatat beli bersih. 

Pada hari kedua, harga melemah tipis dengan aktivitas asing berbalik menjadi jual bersih. Pergerakan hari ini menunjukkan lanjutan tekanan harga ringan setelah koreksi sebelumnya, dengan level Rp147 menjadi titik perdagangan terbaru di bawah area Rp150 yang sebelumnya menjadi harga transaksi akumulasi utama.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait