Market Hari Ini 06 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

All-time High, STOXX 600 Eropa Tembus 600 Poin

Reli saham global berlanjut dengan sentimen investor tetap tenang di tengah dinamika geopolitik.

Indeks STOXX 600 Eropa menembus 600 poin untuk pertama kalinya, ditopang saham teknologi, tambang, dan sentimen global yang solid.

Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)

Daftar Isi

  1. 01 FTSE 100 Inggris Tutup di Atas 10.000

KABARBURSA.COM – Indeks acuan pasar saham Eropa, STOXX 600, menembus level 600 poin untuk pertama kalinya pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026.

Kenaikan ini terjadi seiring berlanjutnya reli pasar saham global, sementara investor merespons relatif tenang penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks lintas Eropa tersebut menguat 0,7 persen dan mencetak rekor baru di level 600,16 poin, dengan sektor teknologi dan pertambangan menjadi pendorong utama. 

Sepanjang tahun lalu, STOXX 600 naik hampir 17 persen, mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 2021.

FTSE 100 Inggris Tutup di Atas 10.000

Di Inggris, indeks FTSE 100 untuk pertama kalinya ditutup di atas level psikologis 10.000 poin. Penguatan didorong oleh kenaikan saham-saham penambang logam mulia serta saham pertahanan, menyusul perkembangan geopolitik terkait Venezuela.

FTSE 100 ditutup naik 0,5 persen di level 10.004,57 poin. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi menengah yang lebih berorientasi domestik naik 0,8 persen dan mencapai posisi tertinggi sejak akhir Oktober.

Capaian rekor ini menutup tahun perdagangan yang kuat bagi pasar saham London sepanjang 2025. FTSE 100 mengungguli kinerja STOXX 600 Eropa maupun indeks S&P 500 Amerika Serikat, terutama berkat lonjakan saham berbasis komoditas serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan oleh Bank of England.

Pergerakan pasar Inggris pada Senin sejalan dengan bursa Eropa lainnya, dengan STOXX 600 dan S&P 500 sama-sama mencatatkan kenaikan sekitar 1 persen.

Aset safe haven seperti emas dan perak melonjak tajam. Indeks saham penambang logam mulia, yang menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik sepanjang 2025, naik 4,6 persen.

Ketidakpastian geopolitik turut mengerek saham sektor dirgantara dan pertahanan yang naik 3,8 persen. Saham BAE Systems dan Babcock International masing-masing melonjak lebih dari 5 persen, sementara Chemring menguat 4,1 persen.

Harga minyak bergerak lebih tinggi dalam perdagangan yang berfluktuasi, seiring investor menilai implikasi perkembangan terbaru di Venezuela sebagai negara produsen minyak. Meski demikian, saham energi berkapitalisasi besar seperti Shell dan BP justru ditutup sedikit melemah.

Pada saham individual, Ashmore ditutup menguat 6,7 persen meski turun dari level tertingginya. Manajer dana pasar berkembang tersebut memiliki eksposur terhadap obligasi Venezuela yang menguat setelah penangkapan Maduro.

Saham operator lelang daring Auction Technology melonjak 25 persen setelah perusahaan menolak sejumlah proposal akuisisi dari pemegang saham utama FitzWalter Capital, dengan alasan valuasi yang ditawarkan terlalu rendah.

Sementara itu, saham Bunzl turun 1 persen setelah pialang Exane BNP Paribas menurunkan rekomendasi saham distributor perlengkapan bisnis tersebut menjadi “neutral” dari sebelumnya “outperform”. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait